Laporkan Masalah

Integrasi Fasilitas Jalur Pejalan kaki di Kawasan MTQ Kota Kendari yang Mendukung Mobilitas Aktif

Davtia Ulfa Triyulianti Thalib, Dr. Ir. Dewanti, MS; Prof Ir. Siti Malkhamah, M.Sc., Ph.D, IPU., ASEAN.Eng

2026 | Tesis | S2 Mag. S. & T.Transportasi

Jalur pejalan kaki merupakan elemen penting dalam sistem transportasi berkelanjutan karena berperan dalam mendukung mobilitas aktif, konektivitas kawasan, dan peningkatan kualitas lingkungan perkotaan. Kawasan MTQ Kota Kendari  sebagai salah satu koridor dengan aktivitas sosial dan ekonomi yang tinggi belum didukung oleh fasilitas pejalan kaki yang berfungsi secara optimal. Permasalahan yang ditemukan meliputi alih fungsi trotoar untuk kegiatan pedagang kaki lima dan parkir kendaraan, keterbatasan fasilitas penyeberangan, adanya hambatan fisik, kondisi permukaan jalur yang kurang memadai, serta minimnya rambu, marka, papan informasi, dan penunjuk arah. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi fasilitas jalur pejalan kaki di kawasan MTQ Kota Kendari  dalam mendukung mobilitas aktif berdasarkan kondisi fisik fasilitas dan persepsi pengguna.

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui observasi lapangan dan penyebaran kuesioner kepada 120 responden. Observasi dilakukan pada empat segmen penelitian dengan membandingkan kondisi geometrik dan ketersediaan fasilitas pelengkap jalur pejalan kaki terhadap ketentuan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 03/PRT/M/2014. Persepsi pengguna dianalisis menggunakan metode skoring persentase berdasarkan enam aspek penilaian, yaitu keselamatan, kenyamanan, keamanan, aksesibilitas, konektivitas, dan legibilitas. Hasil observasi dan persepsi pengguna selanjutnya dianalisis secara terpadu untuk menentukan kondisi, permasalahan, dan prioritas pengembangan integrasi jalur pejalan kaki yang mendukung mobilitas aktif pada kawasan tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja fasilitas jalur pejalan kaki belum merata pada seluruh segmen. Segmen 1 dan Segmen 2 memiliki kondisi relatif lebih baik sehingga pengembangannya diarahkan pada penyempurnaan fasilitas, sedangkan Segmen 3 dan Segmen 4 menjadi prioritas penanganan karena menghadapi permasalahan yang lebih kompleks, terutama terkait kesinambungan jalur, hambatan fisik, aksesibilitas, kenyamanan, keamanan, dan legibilitas. Secara keseluruhan, integrasi fasilitas pejalan kaki di kawasan penelitian belum optimal karena jalur belum sepenuhnya terhubung dengan transportasi umum, fasilitas pesepeda, pusat aktivitas, dan kawasan permukiman. Oleh karena itu, pengembangan perlu diarahkan pada penyediaan jalur yang aman, menerus, nyaman, inklusif, mudah dipahami, serta terintegrasi dengan halte, jalur dan parkir sepeda, ruang publik, kawasan perdagangan, perkantoran, dan permukiman.

Kata Kunci : Jalur pejalan kaki, mobilitas aktif, integrasi jalur pejalan kaki

Pedestrian pathways are an essential element of a sustainable transportation system, as they support active mobility, area connectivity, and the improvement of urban environmental quality. The MTQ area in Kendari city, as one of the corridors with high social and economic activity, has not yet been supported by fully optimal pedestrian facilities. The problems identified include the conversion of sidewalk functions for street vendor activities and vehicle parking, limited crossing facilities, physical obstructions along the pathways, inadequate surface conditions, and the lack of signage, road markings, information boards, and directional signs. This study aims to analyze the integration of pedestrian pathway facilities in the MTQ area of Kendari City in supporting active mobility, based on the physical condition of the facilities and user perception.

This study employs a descriptive quantitative approach through field observation and questionnaire distribution to 120 respondents. Observations were conducted across four research segments by comparing the geometric conditions and the availability of pedestrian pathway support facilities against the provisions of  Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 03/PRT/M/2014. User perception was analyzed using a percentage scoring method based on six assessment aspects, namely safety, comfort, security, accessibility, connectivity, and legibility. The results of the observation and user perception were then analyzed in an integrated manner to determine the conditions, problems, and development priorities for pedestrian pathway integration in support of active mobility in the study area.

The results indicate that the performance of pedestrian pathway facilities is not evenly distributed across all segments. Segments 1 and 2 exhibit relatively better conditions, so their development is directed toward facility enhancement, whereas Segments 3 and 4 are prioritized for intervention due to more complex issues, particularly regarding path continuity, physical obstructions, accessibility, comfort, security, and legibility. Overall, the integration of pedestrian facilities in the study area remains suboptimal, as the pathways are not yet fully connected to public transportation, cycling facilities, activity centers, and residential areas. Therefore, development efforts should focus on providing pathways that are safe, continuous, comfortable, inclusive, and easy to understand, while being integrated with bus stops, bicycle lanes and parking, public spaces, commercial areas, office districts, and residential neighborhoods.

Keywords: pedestrian pathway, active mobility, pedestrian pathway integration

Kata Kunci : Jalur pejalan kaki, mobilitas aktif, integrasi jalur pejalan kaki

  1. S2-2026-533337-abstract.pdf  
  2. S2-2026-533337-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-533337-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-533337-title.pdf