Pemodelan Transisi Lahan Perkotaan dan Faktor Sosial-Ekonomi serta Lingkungan di Metropolitan Yogyakarta: Pendekatan Survival Analysis dan Machine Learning
Fauzan Radiansyah, Vempi Satriya Adi Hendrawan, S.T., M.Env., Ph.D.
2026 | Skripsi | S1 TEKNIK INFRASTRUKTUR LINGKUNGAN
Urbanisasi merupakan
proses perubahan penggunaan lahan yang berlangsung cepat dan memengaruhi
kondisi sosial-ekonomi maupun lingkungan. Di kawasan Kartamantul (Kabupaten
Sleman, Kabupaten Bantul, dan Kota Yogyakarta), peningkatan ekspansi kawasan
terbangun (urban sprawl) menuntut pendekatan yang tidak hanya
mengidentifikasi lokasi urbanisasi, tetapi juga menjelaskan tahapan
perkembangan kawasan urban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
dinamika ekspansi urban di Kartamantul periode 2017–2024, mengidentifikasi faktor-faktor
yang memengaruhi konversi lahan menjadi kawasan urban, serta menganalisis
hubungan Classified Urban Age dengan indikator sosial-ekonomi dan
lingkungan yang direpresentasikan oleh Nighttime Light (NTL) dan Land
Surface Temperature (LST).
Penelitian menggunakan
data ESRI Global Land Cover tahun 2017 dan 2024, VIIRS Nighttime Light,
serta Land Surface Temperature. Faktor pengendali urbanisasi dianalisis
menggunakan algoritma Random Survival Forest yang diinterpretasikan melalui Variable
Importance, SHAP (Shapley Additive Explanations), Partial
Dependence Plot (PDP), dan Accumulated Local Effects (ALE). Classified
Urban Age ditentukan berdasarkan waktu terjadinya konversi lahan menjadi
kawasan terbangun. Hubungan Classified Urban Age dengan NTL dan LST
dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis dan pairwise Wilcoxon karena
data berdistribusi tidak normal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas kawasan
urban meningkat sebesar 21,98%, dari 648,28 km² menjadi 790,79 km² selama
periode 2017–2024. Pemetaan urban transition hazard menghasilkan nilai
hazard ternormalisasi sebesar 0–98,77%, dengan wilayah berhazard tinggi
terkonsentrasi di bagian selatan Kabupaten Bantul serta sebagian wilayah utara
dan barat kawasan studi. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa elevation, distCity, dan
Urbanization is a rapid
land-use transformation process that significantly affects socio-economic and
environmental conditions. In the Kartamantul region (Sleman Regency, Bantul
Regency, and Yogyakarta City), the increasing expansion of built-up areas (urban
sprawl) necessitates an approach that not only identifies where
urbanization occurs but also characterizes the developmental stages of urban
areas. This study aims to analyze urban expansion dynamics in Kartamantul
during 2017–2024, identify the factors influencing land conversion into urban
areas, and examine the relationship between Classified Urban Age and
socio-economic and environmental indicators represented by Nighttime Light
(NTL) and Land Surface Temperature (LST).
The study utilized ESRI
Global Land Cover data for 2017 and 2024, VIIRS Nighttime Light data, and Land
Surface Temperature data. Urbanization drivers were analyzed using the Random
Survival Forest algorithm and interpreted through Variable Importance, Shapley
Additive Explanations (SHAP), Partial Dependence Plots (PDP), and Accumulated
Local Effects (ALE). Classified Urban Age was determined based on
the timing of land conversion into built-up areas. The relationships between Classified
Urban Age and both NTL and LST were evaluated using the Kruskal–Wallis test
followed by pairwise Wilcoxon tests because the data were not normally
distributed.
The results indicate that the urban area increased by 21.98%, from 648.28 km² to 790.79 km² between 2017 and 2024. The urban transition hazard map produced normalized hazard values ranging from 0% to 98.77%, with high-hazard zones concentrated in southern Bantul Regency and parts of the northern and western study area. The Random Survival Forest model identified elevation, distance to the city center (distCity), and Nightlight as the most influential predictors. SHAP, PDP, and ALE analyses further revealed non-linear relationships between the predictor variables and urban transition probability. In addition, Classified Urban Age showed significant relationships with both NTL and LST (p < 0>Classified Urban Age to support sustainable urban planning and environmental management.
Kata Kunci : Transisi Urban, Urban age, Random Survival Forest, Nighttime Light, Land Surface Temperature