EVALUASI PASAR PASCAREVITALISASI DAN ANALISIS PREFERENSI MASYARAKAT TERHADAP ATRIBUT PASAR MENGGUNAKAN POST-OCCUPANCY EVALUATION DAN DISCRETE CHOICE EXPERIMENT (STUDI KASUS: PASAR KEPANDEAN, KOTA SERANG)
Aprilia salsa brina, Nurisqi Amalia, S.Pd., M.Sc.
2026 | Tugas Akhir | D4 Manajemen dan Penilaian Properti
Pasar Kepandean Kota Serang merupakan salah satu pasar rakyat yang mengalami
revitalisasi fisik dan menjadi tempat relokasi pedagang dari beberapa kawasan perdagangan
sebelumnya. Meskipun telah dilakukan revitalisasi, masih terdapat indikasi rendahnya
tingkat kunjungan dan belum optimalnya aktivitas perdagangan. Penelitian ini bertujuan
untuk mengevaluasi kondisi fisik Pasar Kepandean pascarevitalisasi serta preferensi
masyarakat Kota Serang terhadap atribut pasar sebagai dasar perumusan rekomendasi
perbaikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods yang mengombinasikan
Post-Occupancy Evaluation (POE) atau Evaluasi Purna Huni dan Discrete Choice
Experiment (DCE). Evaluasi kondisi fisik dilakukan melalui observasi lapangan
(walkthrough evaluation) berdasarkan 46 komponen SNI 8152:2021, sedangkan analisis
preferensi dilakukan terhadap 100 responden masyarakat Kota Serang menggunakan enam
atribut, yaitu kebersihan, fasilitas, aksesibilitas dan parkir, keamanan, penataan zonasi, dan
harga. Data DCE dianalisis menggunakan model Conditional Logit.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Pasar Kepandean baru memenuhi 20 dari 46
komponen SNI 8152:2021, atau setara dengan tingkat pemenuhan sebesar 43,5%, dengan
aspek aksesibilitas dan parkir, sistem keamanan, penataan zonasi, serta pengelolaan
informasi sebagai kelompok komponen yang paling banyak belum terpenuhi. Hasil
Discrete Choice Experiment menunjukkan bahwa harga (???? = 0.536, ???? = 0.000), kebersihan
(???? = 0.443, ???? = 0.000), dan akses parkir (???? = 0.098, ???? = 0.032) berpengaruh signifikan
terhadap preferensi masyarakat, sedangkan fasilitas, keamanan, dan penataan zonasi tidak
berpengaruh signifikan. Model secara keseluruhan dinyatakan layak berdasarkan nilai
Wald chi²(6) = 108,45 (p = 0,000) dan McFadden Pseudo-R² sebesar 0,148. Berdasarkan
ketiga atribut yang terbukti signifikan tersebut, penelitian ini merumuskan rekomendasi
perbaikan dengan mempertimbangkan kajian sejenis dengan objek pasar tradisional dan
fasilitas publik lain di Indonesia, meliputi penyediaan mekanisme transparansi informasi
harga, penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis partisipasi pedagang, serta penataan
ulang ruang parkir dan pemisahan jalur akses secara bertahap. Rekomendasi ini merupakan
adaptasi konseptual berbasis kesamaan permasalahan dengan penelitian terdahulu, bukan
replikasi solusi yang telah terbukti berhasil secara identik pada objek penelitian yang setara.
Kepandean Market in Serang City is a traditional market that has undergone
physical revitalization and become a relocation site for vendors from several previous
trading areas. Despite the revitalization, there are still indications of low visitor numbers
and suboptimal trading activity. This study aims to evaluate the physical condition of post-
revitalization Kepandean Market and the preferences of Serang City residents regarding
market attributes, as a basis to formulate recommendations for improvement. This study
employs a mixed methods approach, combining Post-Occupancy Evaluation (POE) and
Discrete Choice Experiment (DCE). Assesment of physical condition was conducted
through field observations (walkthrough evaluation) based on the 46 components of SNI
8152:2021, while preference analysis was conducted on 100 respondents from Serang City
using six attributes: cleanliness, facilities, accessibility and parking, security, zoning
arrangement, and price. DCE data were analyzed using the Conditional Logit model.
The results show that Kepandean Market meets only 20 of the 46 components of
SNI 8152:2021, equivalent to a compliance rate of 43.5%, with accessibility and parking,
security systems, zoning arrangement, and information management being the most
frequently unmet groups of components. The Discrete Choice Experiment results indicate
that price (? = 0.536, P = 0.000), cleanliness (? = 0.443, P = 0.000), and parking access
(? = 0.098, P = 0.032) have a significant effect on community preferences, while facilities,
security, and zoning arrangement do not have a significant effect. The overall model was
deemed fit based on a Wald chi²(6) value of 108.45 (p = 0.000) and a McFadden Pseudo-
R² of 0.148. Based on these three significant attributes, this study formulates
recommendations for improvement by taking into account similar studies on traditional
markets and other public facilities in Indonesia, including the provision of price
transparency mechanisms, the implementation of a trader-participation-based waste
management system, and the phased reorganization of parking space and separation of
access lane. These recommendations are conceptual adaptations based on the similarity of
problems identified in previous studies, rather than replications of solutions proven to be
identically successful in equivalent research objects.
Kata Kunci : Discrete Choice Experiment, Pasar Kepandean, Post-Occupancy Evaluation, preferensi masyarakat, SNI 8152:2021