Analisis Pengelolaan Piutang Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Jasa Perhotelan Kota Yogyakarta
Rizka Adifa Aryani, Hilda Octavana Siregar, S.E., M.Acc.
2026 | Tugas Akhir | D4 Akuntansi Sektor Publik
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan piutang Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Jasa Perhotelan serta menganalisis pengelolaan piutang PBJT Jasa Perhotelan yang dilakukan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Yogyakarta. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan piutang PBJT Jasa Perhotelan selama periode 2020-2024 berfluktuasi dengan kecenderungan meningkat hingga mencapai Rp22.635.460.853 pada tahun 2024. Peningkatan piutang dipengaruhi oleh terbentuknya piutang baru sebagai hasil pemeriksaan pajak serta masih adanya piutang yang belum dapat diselesaikan sehingga berpindah ke kelompok umur piutang yang lebih tinggi. Dari aspek pengelolaan, BPKAD Kota Yogyakarta telah menerapkan fungsi manajemen melalui penyusunan dasar hukum dan target penagihan (planning), pembagian tugas antarunit kerja (organizing), pelaksanaan penagihan secara bertahap sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan (actuating), serta pengawasan melalui rekonsiliasi data, big data, Online Tapping Monitoring (OTM), dan pengawasan lapangan (controlling). Meskipun demikian, peningkatan piutang yang didominasi oleh kelompok umur 2-5 tahun menunjukkan bahwa pengelolaan piutang masih menghadapi tantangan, terutama keterbatasan sumber daya manusia serta belum optimalnya penyelesaian piutang berumur panjang. Penelitian ini menunjukkan bahwa BPKAD Kota Yogyakarta telah memiliki sistem pengelolaan piutang yang terstruktur, namun optimalisasi implementasi setiap fungsi manajemen masih diperlukan untuk meningkatkan efektivitas penyelesaian piutang dan mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
This study aims to analyze the development of Certain Goods and Services Tax (PBJT) receivables on Hotel Services and to examine the management of these receivables by the Regional Financial and Asset Management Agency (BPKAD) of Yogyakarta City. This study employed a descriptive qualitative method, with data collected through in-depth interviews and documentation. The findings indicate that the development of PBJT receivables on Hotel Services during the 2020–2024 period fluctuated with an overall increasing trend, reaching IDR 22,635,460,853 in 2024. The increase in receivables was influenced by the emergence of new receivables resulting from tax audits, as well as outstanding receivables that remained unresolved and consequently shifted into older aging categories. In terms of receivables management, BPKAD of Yogyakarta City has implemented the management functions through the establishment of legal frameworks and collection targets (planning), the division of responsibilities among organizational units (organizing), the implementation of staged collection procedures in accordance with prevailing regulations (actuating), and monitoring through data reconciliation, big data, Online Tapping Monitoring (OTM), and field supervision (controlling). Nevertheless, the predominance of receivables aged two to five years indicates that receivables management continues to face challenges, particularly limited human resources and the suboptimal settlement of long-outstanding receivables. This study concludes that BPKAD of Yogyakarta City has established a structured receivables management system; however, further optimization of the implementation of each management function remains necessary to improve the effectiveness of receivables settlement and support the enhancement of Locally Generated Revenue (PAD).
Kata Kunci : Kata kunci: Pengelolaan Piutang, PBJT Jasa Perhotelan, Piutang Pajak Daerah, Pendapatan Asli Daerah.