Laporkan Masalah

Mickey sebagai Wajah Prekariat: Analisis Semiotika Gejala Prekariat di Era Disrupsi Teknologi dalam Film Mickey 17 (2025)

Jasmine Rizky El Yasinta, Dr. Dian Arymami, SIP, M.Hum.

2026 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Film sebagai media komunikasi dapat menangkap realita dan pertumbuhan masyarakat ke dalam tayangan, memberikan ilustrasi kehidupan masyarakat dalam periode waktu tertentu, termasuk bagaimana merepresentasikan kondisi pekerja rentan atau prekariat. Dalam media seperti film, kelas prekariat umumnya digambarkan dalam genre drama serta pembacaan representasi masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bermaksud untuk menambah eksplorasi tersebut dengan tujuan untuk membongkar representasi dari gejala kelas prekariat yang dihadirkan dalam film bergenre fiksi ilmiah melalui Mickey 17. Menggunakan basis pendekatan kualitatif dan paradigma interpretif, data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui observasi dan relevansi terhadap gejala prekariat, yakni kecemasan, depresi, dan pemusnahan. Lalu, data dikategorisasikan dengan karakter prekariat, yaitu dengan kurangnya jaminan terhadap: 1) pasar tenaga kerja, 2) kepemilikan pekerjaan, 3) pekerjaan dalam suatu bidang, 4) risiko pekerjaan, 5) keahlian yang dimiliki, 6) pendapatan, dan 7) representasi. Data kemudian dianalisis dengan metode semiotika John Fiske untuk melihat kode-kode pada unit yang dianalisis untuk dimaknai dalam tiga level, yaitu realitas, representasi, dan ideologi. Dari hasil temuan menunjukkan bahwa karakter Mickey pada Mickey 17 menempati 3 gejala prekariat dengan gejala anxiety muncul paling sering, yakni sebanyak 9 unit. Menunjukkan bahwa aspek prekariat dalam Mickey 17 diperlihatkan dengan perspektif yang penuh dengan kecemasan, kesedihan, risiko.  Penelitian ini juga menemukan bahwa karakteristik prekariat yang dominan muncul dalam Mickey 17, yaitu kurangnya jaminan atas representasi. Kurangnya jaminan ini membuat prekariat tidak bisa menyuarakan pendapat dan menuntut haknya dengan leluasa hingga menanggung beragam risiko dari pekerjaan mereka sebagai ‘hukuman’.

As a medium of communication, film can capture reality and societal changes on screen, providing a representation of people’s lives during a specific period, including the conditions of vulnerable or precariat workers. In media such as film, the precariat is generally portrayed in the drama genre, and readings of its representation remain limited. Therefore, this study aims to expand on this exploration with the goal of unpacking the representation of precariat phenomena presented in the science fiction film, Mickey 17. Using a qualitative approach and an interpretive paradigm, data for this study were collected through observation and analysis of precariat signs, namely anxiety, depression, and extinction. The data were subsequently categorized according to the characteristics of the precariat proposed by Standing (2011), which include the lack of security regarding: (1) labor market, (2) employment, (3) job within an occupational field, (4) work, (5) skill reproduction, (6) income, and (7) representation. The data were then analyzed using John Fiske’s semiotic framework across three levels: reality, representation, and ideology. The findings reveal that the character Mickey in Mickey 17 embodies all three signs of precarity, with anxiety emerging as the most frequently represented signs, appearing in nine units of analysis. This suggests that precarity in Mickey 17 is primarily portrayed through experiences of anxiety, sadness, and risk. Furthermore, the study finds that the most dominant characteristic of the precariat represented in the film is the lack of representation security. This absence of representation prevents precarious workers from freely expressing their opinions or demanding their rights, forcing them instead to endure various occupational risks as a form of ‘punishment’.

Kata Kunci : pekerja rentan, representasi kelas, prekariat, semiotika John Fiske, Mickey 17; precarious workers, class representation, precariat, John Fiske’s semiotics, Mickey 17

  1. S1-2026-496907-abstract.pdf  
  2. S1-2026-496907-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-496907-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-496907-title.pdf