Laporkan Masalah

Transformasi Esoteris Hukum Munakahat Menjadi Konsep Makrifat Dalam Naskah Ma'rifatu An-Nikah: Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce

Selma Karamy Alfannania Sayyid, Prof. Dr. Sangidu, M.Hum.

2026 | Tesis | S2 Sastra/Kajian Timur Tengah

Penelitian ini mengkaji manuskrip Ma’rifatu an-Nik?? sebagai salah satu khazanah intelektual Islam Nusantara yang mentransformasikan konsep hukum munakahat dari dimensi eksoteris menuju pemaknaan esoteris dalam tradisi tasawuf. Penelitian bertujuan untuk (1) mendeskripsikan karakteristik kodikologis dan tekstologis manuskrip Ma’rifatu an-Nik??, (2) menghasilkan suntingan teks beserta terjemahan berdasarkan naskah dasar koleksi KHASTARA berkode NB 928 dengan memanfaatkan naskah BLAS/SUM/16/FI/9 sebagai pembanding, serta (3) menganalisis transformasi makna pernikahan melalui struktur representamen, object, dan interpretant dalam perspektif Semiotika Charles Sanders Peirce. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan filologi dan semiotika. Tahap filologis dilakukan melalui inventarisasi naskah, deskripsi kodikologis, kritik teks, penyuntingan menggunakan metode landasan, transliterasi, dan penerjemahan. Tahap berikutnya berupa analisis semiotika Peirce yang mengidentifikasi hubungan antara tanda, objek, dan interpretan untuk mengungkap proses semiosis yang membentuk makna esoteris dalam teks.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa manuskrip Ma’rifatu an-Nik?? merupakan teks keagamaan bercorak sufistik yang menggunakan terminologi fikih munakahat sebagai medium simbolik untuk menjelaskan perjalanan spiritual manusia menuju makrifat. Proses semiosis berlangsung melalui empat metafora utama, yaitu pernikahan ruh dan jasad, pernikahan Al-Qur’an dan maknanya, pernikahan laki-laki dan perempuan dalam dimensi batin, serta pernikahan hamba dengan Allah. Pada setiap metafora tersebut, tanda-tanda hukum perkawinan mengalami perluasan makna sehingga tidak lagi dipahami sebagai aturan legal-formal, melainkan sebagai simbol penyucian jiwa, pengendalian hawa nafsu, penyatuan ilmu dan amal, serta pencapaian kedekatan dengan Tuhan. Dengan demikian, penelitian ini membuktikan bahwa Ma’rifatu an-Nik?? merepresentasikan sintesis antara syariat dan hakikat melalui mekanisme semiosis yang menjadikan hukum munakahat sebagai jalan menuju kesadaran makrifat.

This study examines the manuscript Ma'rifatu an-Nik?? as part of the intellectual heritage of Indonesian Islam, highlighting its transformation of the concept of Islamic marriage (munakahat) from an exoteric legal framework into an esoteric Sufi interpretation. The objectives of this research are (1) to describe the codicological and textological characteristics of the Ma'rifatu an-Nik?? manuscript, (2) to produce a critical edition and an Indonesian translation based on the KHASTARA manuscript (NB 928) with the BLAS/SUM/16/FI/9 manuscript serving as a comparative text, and (3) to analyze the transformation of the concept of marriage through the triadic semiotic model of Charles Sanders Peirce, consisting of representamen, object, and interpretant. This research employs a qualitative method combining philological and semiotic approaches. The philological stage includes manuscript inventory, codicological description, textual criticism, critical editing using the standard method, transliteration, and translation. Subsequently, Peirce's triadic semiotic theory is applied to examine the relationship between signs, objects, and interpretants in order to uncover the process of semiosis that constructs the manuscript's esoteric meanings.

The findings reveal that Ma'rifatu an-Nik?? is a Sufi-oriented religious text that employs the terminology of Islamic marriage law as a symbolic medium for explaining the spiritual journey toward ma'rifah (gnosis). The process of semiosis is articulated through four principal metaphors: the marriage of the soul and the body, the marriage of the Qur'an and its meaning, the spiritual marriage of man and woman, and the mystical union between the servant and God. Within these metaphors, the legal symbols of marriage undergo semantic transformation, functioning not merely as juridical prescriptions but as representations of spiritual purification, self-discipline, the integration of knowledge and practice, and the attainment of divine proximity. Accordingly, this study demonstrates that Ma'rifatu an-Nik?? represents a synthesis of shar?'ah and ?aq?qah through a process of semiosis in which the discourse of marriage becomes a symbolic path toward mystical consciousness.

Kata Kunci : Ma'rifatu An-Nikah, philology, Charles Sanders Peirce's semiotics, munakahat, ma'rifah, esotericism.

  1. S2-2026-541083-abstract.pdf  
  2. S2-2026-541083-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-541083-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-541083-title.pdf