Laporkan Masalah

Potensi dan Pemodelan Aliran Air Tanah di Daerah Bangunjiwo dan Sekitarnya, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Esa Pradindra Fassa Zaini Zam Zam, Dr.rer.nat. Ir. Doni Prakasa Eka Putra, S.T., MT., IPM. ; Prof. Dr.Eng. Ir. Wahyu Wilopo, S.T., M.Eng., IPM.

2026 | Tesis | S2 Teknik Geologi

Pertumbuhan penduduk di Desa Bangunjiwo menyebabkan peningkatan kebutuhan air bersih. Akan tetapi, wilayah ini kerap mengalami kekeringan pada musim kemarau karena termasuk daerah air tanah langka dengan litologi dominan batugamping. Penelitian bertujuan untuk menentukan zona berpotensi air tanah, mengidentifikasi keberadaan akuifer, dan menyusun pola aliran air tanah. Metode yang digunakan adalah integrasi observasi lapangan, penginderaan jauh, Sistem Informasi Geografis (SIG), Analytical Hierarchy Process (AHP), pengukuran geolistrik, dan pemodelan numerik aliran air tanah. Zona berpotensi air tanah di daerah penelitian tersusun oleh klasifikasi sangat rendah dengan luas 2,4 km² (6%), rendah 14,92 km² (37%), sedang 9,75 km² (24%), tinggi 8,34 km² (21%), dan sangat tinggi 4,89 km² (12%). Interpretasi data geolistrik dan sumur bor mengidentifikasikan bahwa packstone, grainstone, dan rudstone berperan sebagai akuifer. Pola aliran air tanah berarah dari utara menuju selatan pada morfologi dataran berlitologi pasir lempungan dan radial mengikuti kemiringan lereng pada morfologi perbukitan berlitologi packstone–wackestone, packstone–grainstone, dan rudstone. Pola tersebut mengindikasikan daerah penelitian memiliki sistem aliran air tanah dengan area imbuhan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode terintegrasi yang digunakan efektif untuk pemetaan zona berpotensi air tanah dan identifikasi sistem aliran air tanah sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam perencanaan eksploitasi air tanah di daerah penelitian.

Population growth in Bangunjiwo Village has increased demand for clean water. However, this area frequently experiences drought during the dry season, due to its classification as a groundwater-scarce area dominated by limestone.. This study aims to delineate groundwater potential zones, identify aquifer presence, and determine groundwater flow patterns. The methods integrate field observation, remote sensing, Geographic Information Systems (GIS), Analytical Hierarchy Process (AHP), geoelectrical measurements, and numerical groundwater flow modeling. Groundwater potential zones are classified into very low 2.4 km² (6%), low 14.92 km² (37%), moderate 9.75 km² (24%), high 8.34 km² (21%), and very high 4.89 km² (12%). Geoelectrical interpretation and borehole logs identify packstone, grainstone, and rudstone as the aquifer. Groundwater flow analysis reveals a north-to-south flow direction across alluvial plain areas underlain by clayey sand, and a radial flow pattern following slope gradients across the hilly morphology underlain by packstone–wackestone, packstone–grainstone, and rudstone. These patterns indicate that the study area is characterized by a groundwater flow system with a local recharge area. The results show that the integrated approach is effective for mapping groundwater potential zones and characterizing groundwater flow systems, providing a scientific basis for groundwater exploitation planning in the study area.

Kata Kunci : Analytical Hierarchy Process (AHP), Desa Bangunjiwo, geolistrik, aliran air tanah, Yogyakarta, zona berpotensi air tanah

  1. S2-2026-546916-abstract.pdf  
  2. S2-2026-546916-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-546916-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-546916-title.pdf