Pengaruh Pupuk Nitro Phospho Kalium (NPK) Terhadap Perkembangan Larva Cacing Kait (In-Vitro)
Win Teki Sendy, Dra. Sri Sumarni DAP & E.SU, Dra Budi Mulyaningsih, Apt.MS
1996 | Skripsi | S1 KEDOKTERANPenyakit cacing kait masih merupakan masalah kesehatan yang penting di Indonesia. Keadaan sanitasi lingkungan yang jelek, kebersihan perorangan yang kurang memadai dan kebia- saan buang air besar di sembarang tempat menyebabkan tanah menjadi tercemar oleh telur dan larva cacing kait, sehingga memudahkan terjadinya penularan dan penyebaran penyakit ini. Meskipun prevalensinya tinggi dan infeksi dapat terjadi secara terus menerus, namun intensitas infeksi pada umumnya rendah. Pertumbuhan telur dan larva cacing kait di tanah dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti : temperatur, pH dan kelembaban. Untuk meningkatkan hasil pertaniannya, petani di Indo- nesia selalu menggunakan pupuk dalam mengolah tanahnya. Jenis pupuk buatan yang sering digunakan adalah pupuk NPK, yang dapat larut dalam air, sangat mudah dan cepat diubah oleh bakteri-bakteri dalam tanah menjadi senyawa ammonium- karbonat, sehingga mudah diisap oleh tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk NPK terhadap pertumbuhan larva cacing kait, setelah diberi perlakuan dengan pupuk NPK dengan berbagai konsentra- si. Cacing kait yang digunakan dalam penelitian ini, adalah Ancylostoma sp. (cacing kait anjing), dalam bentuk peneli- tian in-vitro. Spesimen tinja anjing yang positif telur cacing kait diperiksa dengan cara Kato. Lalu dibuat biakan dengan cara kombinasi Baermann-Whitlock, dalam larutan NPK dengan berbagai konsentrasi (50%, 100%, 150% dan 200%). Juga dibuat biakan tanpa NPK atau dengan akuades sebagai kontrol. Dalam penelitian ini setiap perlakuan dilakukan ulangan 3 kali. Pemeriksaan jumlah larva yang masih hidup dilakukan pada hari ke-7. Pengolahan data dilakukan dengan cara analisis dengan metode Anava kemudian dilanjutkan dengan Tukey's test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah larva filariform Ancylostoma sp. yang tumbuh dalam larutan NPK lebih rendah secara sangat bermakna dibandingkan dengan kontrol (p<0,01). Diperkirakan selama digunakan pupuk NPK sebagai pupuk tanaman, dapat mengurangi pertumbuhan larva cacing kait.
an important Hookworm infestation is still considered as public heatlh problem in Indonesia. The prevalence is consider- farmers and plantation ably high (50-80%), especially among workers. Poor enviromental sanitation and personal hygiene, and habits of defecation at any place, facilitated the spread of eggs of the worms and consequently increase the infection rates. Surprisingly, the intensity of infection usually is low. This might be due to factors which influence the development as: temperature, humidity and infectivity of the larvae, such and pH of the environments. To increase rise production in Indonesia, several efforts have been applied. One of the efforts is the utilization of NPK fertilizer is commonly used, and it is fertilizer, and soluble in water and readily changed into ammonium-carbonate by the acts of bacteries in the soils, and consequently ab- sorbed by plants very easily. The farmers usually used the fertilizer at 200 kg/ha, or equivalent to 0,6 g NPK/ 100 ml water. The aim of this work was to study the development of hookworm larvae, after exposing to different levels of concen- tration of NPK fertilizer. The species of hookworm larvae was used for this study Fecal samples of dogs positive with was Ancylostoma sp.. hookworm eggs were examined using the Kato method. The fecal the Baermann-
Kata Kunci : Pupuk, Nitro Phospho Kalium, Larva Cacing Kait, Penyakit Cacing Kait