Laporkan Masalah

Uji Virulensi Nematoda Puru Akar Padi (Meloidogyne graminicola) Asal Berbagai Lokasi terhadap Tiga Jenis Varietas Padi

Ahmad Jodi Radityo, Prof. Dr. Ir. Siwi Indarti, M.P.

2026 | Skripsi | ILMU HAMA & PENYAKIT TUMBUHAN

Nematoda puru akar padi Meloidogyne graminicola merupakan salah satu

nematoda parasit tanaman yang menyerang sistem perakaran padi. Tujuan

dilakukannya penelitian ini yaitu mengetahui perbandingan tingkat virulensi

nematoda Meloidogyne graminicola asal empat lokasi di Kabupaten Klaten dan

Sleman yaitu di Dusun Candi Dukuh, Dusun Panggungan, Desa Prambanan, dan

Desa Menden. Informasi karakter morfometri stadia juvenil dua dan betina yang

berasal dari Kabupaten Sleman dan Klaten, masih terbatas. Kajian mengenai

perbandingan tingkat virulensi populasi dari berbagai lokasi tersebut terhadap

varietas padi yang digunakan juga belum banyak dilaporkan. Penelitian ini

menggunakan tiga varietas yang diujikan yaitu IR64, Ciherang, dan HMS700 yang

ditumbuhkan selama 45 hari inokulasi. Parameter pengamatan tanaman meliputi

jumlah puru, indeks kerusakan, dan jumlah populasi. Pengamatan morfometri

dilakukan dengan mengamati juvenil 2 dan betina Meloidogyne graminicola

menggunakan bantuan alat mikroskop cahaya dan perangkat lunak Image Raster.

Identifikasi molekuler untuk konfirmasi spesies juga dilakukan menggunakan

primer Mgrm-F2 dan Mgrm-R2 yang mengamplifikasi 372bp. Hasil penelitian

menunjukkan bahwa varietas IR64 merupakan varietas yang paling rentan terhadap

infeksi M. graminicola, yang ditunjukkan oleh jumlah puru akar dan populasi

nematoda yang lebih tinggi dibandingkan dengan varietas Ciherang dan HMS 700.

Interaksi antara asal populasi nematoda dan varietas padi berpengaruh terhadap

perkembangan nematoda, dengan kombinasi Candi Dukuh–IR64 menghasilkan

populasi nematoda tertinggi, sedangkan kombinasi Panggungan–HMS 700

menghasilkan populasi terendah. 

Rice root-knot nematode, Meloidogyne graminicola, is one of the plant 

parasitic nematodes that attacks the root system of rice. This study was conducted

to compare the virulence of M. graminicola populations collected from four

locations in Klaten and Sleman Regencies, namely Candi Dukuh Hamlet,

Panggungan Hamlet, Prambanan Village, and Menden Village, and to characterize

the morphometric traits of second-stage juveniles (J2) and females from these

populations. Information regarding the morphometric characteristics of J2 and

female M. graminicola originating from Sleman and Klaten Regencies remains

limited. In addition, studies comparing the virulence levels of populations from

different locations on commonly cultivated rice varieties are still scarce. The

experiment evaluated three rice varieties, namely IR64, Ciherang, and HMS 700,

which were grown for 45 days after inoculation. Plant parameters observed included

the number of galls, damage index, and nematode population. Morphometric

observations were conducted on second-stage juveniles and females of M.

graminicola using a light microscope and Raster Image software. Molecular

identification was performed to confirm species identity using the species-specific

primers Mgrm-F2 and Mgrm-R2, which amplified a 372-bp DNA fragment. The

results showed that the IR64 variety was the most susceptible to Meloidogyne

graminicola infection, as indicated by a higher number of root galls and larger

nematode populations than those observed in the Ciherang and HMS 700 varieties.

The interaction between nematode population origin and rice variety significantly

influenced nematode development, with the Candi Dukuh–IR64 combination

producing the highest nematode population, whereas the Panggungan–HMS 700

combination resulted in the lowest nematode population.

Kata Kunci : Meloidogyne graminicola, rice, virulence, second-stage juvenile (J2), morphological identification, morphometric identification, molecular identification

  1. S1-2026-502959-abstract.pdf  
  2. S1-2026-502959-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-502959-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-502959-title.pdf