Pengaruh Pengalaman Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa: Studi Komparatif Pada Mahasiswa Saintek dan Soshum
Fesha Lutfia Rahma Dina, Dr. Ratminto, M.Pol.Admin.
2026 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)
Studi ini ditujukan untuk mengkaji bagaimana kualitas pengalaman Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) berpengaruh pada kesiapan kerja mahasiswa, sekaligus menelaah perbandingan tingkat kesiapan kerja di antara mahasiswa rumpun sains dan teknologi (Saintek) dengan mahasiswa rumpun sosial dan humaniora (Soshum). Untuk menjawab tujuan tersebut, digunakan pendekatan kuantitatif yang bersifat asosiatif kausal sekaligus komparatif. Pengumpulan data ditempuh melalui kuesioner berskala Likert lima poin yang melibatkan 100 responden, sementara uji coba instrumen lebih dahulu dijalankan pada 40 responden pertama. Data kemudian dianalisis melalui uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear sederhana, serta Independent Sample t Test. Temuan memperlihatkan kualitas pengalaman MSIB memberikan pengaruh yang positif dan signifikan pada kesiapan kerja, ditandai dengan nilai signifikansi 0,000 dan kontribusi 45,7 persen. Pada uji beda, rata rata kesiapan kerja mahasiswa Saintek 54,06 tercatat sedikit melampaui mahasiswa Soshum yang 51,80, tetapi selisih itu tidak signifikan secara statistik dengan nilai signifikansi 0,344. Dari hasil tersebut disimpulkan mutu pengalaman magang menjadi faktor penting dalam membentuk kesiapan kerja, dan manfaat program MSIB tersebar relatif merata pada kedua rumpun keilmuan.
This study sets out to examine how the quality of the Certified Internship and Independent Study (MSIB) experience shapes student work readiness, while also comparing the level of work readiness between students in the science and technology cluster (Saintek) and those in the social sciences and humanities cluster (Soshum). A quantitative approach combining causal associative and comparative designs was employed to address these aims. Data gathered through five-point Likert scale questionnaire involving 100 respondents, with the instrument first piloted on the initial 40 respondents. The data subsequently analyzed using validity and reliability testing, classical assumption tests, simple linear regression, and an Independent Sample t Test. The findings indicate quality of the MSIB experience exerts a positive and significant influence on work readiness, reflected in a significance value of 0.000 and a contribution of 45.7 percent. In the difference test, the mean work readiness of Saintek students at 54.06 was slightly above that of Soshum students at 51.80, yet the gap was not statistically significant with 0.344 significance value. The study therefore concludes that the quality of internship experience is a key determinant of work readiness, and that the benefits of the MSIB program are distributed relatively evenly across both fields of study.
Kata Kunci : Kualitas pengalaman Magang, MSIB, kesiapan kerja, rumpun keilmuan