Laporkan Masalah

Sistem Makna dalam Agama Djawa Sunda dan Pengaruhnya terhadap Budaya Masyarakat Cigugur menurut Perspektif Agama sebagai Sistem Budaya Clifford Geertz

GERARDUS PRANATA GENTARANA PRAMUDITHA, Dr. Drs. Mustofa Anshori Lidinillah, M.Hum.; Dr. Ridwan Ahmad Sukri, S.S., M.Hum.

2026 | Skripsi | ILMU FILSAFAT

Penelitian ini menganalisis sistem makna dan simbol dalam Agama Djawa Sunda (ADS) serta pengaruhnya terhadap budaya masyarakat Cigugur, Kuningan, Jawa Barat, dengan menggunakan perspektif agama sebagai sistem budaya dari Clifford Geertz. ADS merupakan agama lokal yang masih bertahan di tengah modernisasi dan keberagaman agama, tetapi kajian filosofis yang menyandingkannya dengan teori Geertz masih jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara menyeluruh makna di balik simbol-simbol ajaran ADS dan menganalisis pengaruhnya terhadap budaya masyarakat Cigugur.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif-filosofis dengan metode analisis hermeneutis. Jenis penelitian ini merupakan studi kepustakaan dan penelitian lapangan melalui wawancara mendalam dengan dua informan kunci (pemimpin adat dan warga senior) serta didukung data responden masyarakat Cigugur. Data dianalisis menggunakan teknik interpretasi, deskripsi, holistika, dan heuristika.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ADS berfungsi sebagai sistem simbol yang membentuk struktur keyakinan imanen tentang Tuhan sebagai “Sang Daya Hidup”, yang diekspresikan melalui ritual Seren Taun dan simbol-simbol agraris seperti padi dan leuit. ADS terbukti menjadi perekat sosial yang efektif dengan menunjukkan universalisme ketuhanan dan integrasi lintas iman. Tradisi berfungsi sebagai mekanisme reproduksi budaya melalui transmisi keluarga, partisipasi kolektif dalam ritual, dan internalisasi simbol. Dalam kerangka Geertz, ADS menjalankan fungsi ganda sebagai model of reality dan model for reality, yang terbukti dari peningkatan gotong royong dan kerukunan pasca-Seren Taun. Dengan demikian, sistem makna ADS terbukti koheren secara teologis, sosial, dan kultural, sehingga tidak hanya bertahan, tetapi terus menjadi kerangka interpretatif yang membentuk realitas dan tindakan masyarakat Cigugur di tengah modernisasi.

This study analyzes the system of meaning and symbols in Agama Djawa Sunda (ADS) and its influence on the culture of the Cigugur community, Kuningan, West Java, using Clifford Geertz’s perspective of religion as a cultural system. ADS is a local religion that persists amidst modernization and religious diversity, yet philosophical studies integrating it with Geertz’s theory remain scarce. This research aims to comprehensively identify the meanings behind ADS symbols and analyze their influence on Cigugur’s cultural practices. 
This qualitative-philosophical research employs a hermeneutical analysis approach. Data presented in this research was conducted through library research and field study through in-depth interviews with two key informants (an indigenous leader and a senior citizen), supported by survey data from Cigugur residents. Data were analyzed using interpretation, description, holism, and heuristics.
The research findings indicate that ADS functions as a symbolic system that shapes an immanent belief structure regarding God as ‘The Life Force’, expressed through the Seren Taun ritual and agrarian symbols such as rice and the leuit. ADS has proven to be an effective social cohesive force by demonstrating the universality of divinity and interfaith integration. Tradition functions as a mechanism for cultural reproduction through family transmission, collective participation in rituals, and the internalisation of symbols. Within Geertz’s framework, ADS fulfils a dual function as both a ‘model of reality’ and a ‘model for reality’, as evidenced by the increase in mutual aid and harmony following the Seren Taun. Thus, the ADS system of meaning has proven to be theologically, socially and culturally coherent, enabling it not only to endure but to continue as an interpretative framework that shapes the reality and actions of the Cigugur community amidst modernisation.

Kata Kunci : Agama Djawa Sunda, Clifford Geertz, Sistem Makna, model for reality, model of reality

  1. S1-2026-458556-abstract.pdf  
  2. S1-2026-458556-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-458556-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-458556-title.pdf