Laporkan Masalah

ANALISIS EFEKTIVITAS PENYELESAIAN PIUTANG PROGRAM PENDANAAN USAHA MIKRO DAN KECIL SKEMA SWAKELOLA PADA PT PETROKIMIA GRESIK

Rendy Probo Kuncoro, Siti Muslihah, S.E., M.Sc., CFP., CMA

2026 | Tugas Akhir | D4 Akuntansi Sektor Publik

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyelesaian piutang Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) Swakelola pada PT Petrokimia Gresik serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penyelesaian piutang tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan dukungan data kuantitatif. Data kualitatif dianalisis menggunakan rasio penagihan dan rasio tunggakan periode 2023-2025, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara dan dianalisis menggunakan Fishbone Diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja penyelesaian piutang mengalami penurunan yang ditandai dengan menurunnya rasio penagihan dan meningkatnya rasio tunggakan selama periode penelitian. Hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa rendahnya kemampuan pembayaran mitra binaan menjadi faktor utama yang mempengaruhi penyelesaian piutang. Selain itu, kondisi eksternal yang mempengaruhi keberlangsungan usaha mitra binaan turut memperburuk kemampuan pembayaran mereka. Faktor sistem informasi dan sumber daya manusia juga mempengaruhi efektivitas monitoring dan penagihan piutang, meskipun tidak menjadi penyebab utama terjadinya tunggakan. Penelitian ini menunjukkan bahwa penyelesaian piutang Program PUMK Swakelola tidak hanya dipengaruhi oleh efektivitas penagihan, tetapi juga oleh kondisi usaha dan kemampuan pembayaran mitra binaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperkuat monitoring piutang dan menerapkan strategi penyelesaian yang sesuai dengan karakteristik mitra binaan.

This study aims to analyze the settlement of receivables under the Self-Managed Micro and Small Enterprise Funding Program (PUMK) at PT Petrokimia Gresik and identify factors influencing its settlement. This study employed qualitative methods supported by quantitative data. Qualitative data were analyzed using the collection ratio and the delinquency ratio for the 2023-2025 period, while qualitative data were obtained through interviews and analyzed using a Fishbone Diagram. The results indicate that receivables settlement performance has declined, indicated by a decreasing collection ratio and an increasing delinquency ratio during the study period. The qualitative analysis indicates that the low repayment capacity of fostered partners is a primary factor affecting receivables settlement. Furthermore, external conditions affecting the business continuity of fostered partners contribute to their worsening repayment capacity. Information systems and human resources also influence the effectiveness of receivables monitoring and collection, although they are not the primary causes of delinquency. This study demonstrates that receivables settlement under the Self-Managed PUMK Program is influenced not only by collection effectiveness but also by the business conditions and repayment capacity of fostered partners. Therefore, the Company needs to strengthen monitoring of receivables and implement settlement strategies that are appropriate to the characteristics of its fostered partners. 

Kata Kunci : penyelesaian piutang, Program PUMK, rasio penagihan, rasio tunggakan, Fishbone Diagram./ receivables settlement, PUMK Program, collection ratio, arrears ratio, Fishbone Diagram.

  1. D4-2026-505675-abstract.pdf  
  2. D4-2026-505675-bibliography.pdf  
  3. D4-2026-505675-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2026-505675-title.pdf