ANALISIS KARAKTERISTIK INJEKTOR TERHADAP EMISI COx PADA EXCAVATOR KOMATSU PC195LC-8 BERBAHAN BAKAR B40
Setyawan Adi Nugroho, Dr. Eng. Yosephus Ardean Kurnianto Prayitno, S. T., M. Eng.
2026 | Tugas Akhir | D4 TEKNIK PENGELOLAAN DAN PERAWATAN ALAT BERAT
Penelitian ini menganalisis perbandingan karakteristik injektor genuine dan aftermarket (OEM) terhadap emisi COx pada excavator Komatsu PC195LC-8 yang menggunakan bahan bakar B40 melalui metode eksperimental kuantitatif, mencakup pengujian unit secara in-situ dan injector spray test di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa injektor genuine memiliki kualitas mekanis dan atomisasi yang lebih unggul, dengan rata-rata kebocoran (leak-back) hanya 4,6 mL dan sudut semprotan (spray angle) sebesar 19,2°, lebih lebar dibandingkan injektor aftermarket. Meskipun injektor genuine lebih efisien pada kondisi idle, penggunaan komponen ini secara kontraintuitif menghasilkan emisi CO yang lebih tinggi (maksimal 0,8154 g/kWh) karena kualitas atomisasi yang sangat baik memicu pembakaran yang sangat cepat, sehingga suhu ruang bakar turun lebih awal dan menghambat fase oksidasi CO menjadi CO?. Walaupun demikian, kadar emisi dari kedua jenis injektor tersebut masih berada di bawah ambang batas standar Euro 4, sehingga keduanya dinyatakan aman dan layak digunakan untuk mendukung operasional alat berat yang selaras dengan prinsip keberlanjutan.
This study investigates the impact of genuine versus aftermarket (OEM) injectors on COx emissions and performance in a Komatsu PC195LC-8 excavator fueled by B40 biodiesel using in-situ testing and laboratory spray analysis. The findings reveal that genuine injectors possess superior mechanical and atomization quality, featuring a lower leak-back rate (4.6 mL) and a wider spray angle (19.2°) compared to the aftermarket variant (15.6 mL and 17.9°, respectively). While genuine injectors demonstrate higher efficiency during idle, they paradoxically result in higher CO emissions (peak 0.8154 g/kWh) because superior atomization accelerates combustion, causing a premature temperature drop that inhibits the final oxidation of CO into CO?. Despite these differences, both injector types maintain emission levels well below the Euro 4 standards, confirming their safety and viability for sustainable heavy equipment operations.
Kata Kunci : Excavator, Biosolar B40, Injektor, SFC, Emisi COx, Atomisasi