PERAN PRODUSER DALAM FILM DOKUMENTER NGONTRAK: PREKARITAS HUNIAN DI KAMPUNG TERBAN, YOGYAKARTA
Najma Alfin Fauzia Puspo Negoro, Mashita Phitaloka Fandia Purwaningtyas, S.I.P., M.A.;Luhki Herwanayogi, S.I.P.
2026 | Skripsi | Ilmu Komunikasi
Film dokumenter Ngontrak mengangkat keseharian Mak Tum, seorang perempuan yang telah menghabiskan hampir tiga dekade hidupnya berpindah dari satu hunian kontrakan ke hunian lainnya di Kota Yogyakarta. Melalui pendekatan observasional yang berpusat pada subjek, film ini berupaya menghadirkan persoalan prekaritas hunian bukan sebagai isu struktural yang abstrak, melainkan sebagai realitas yang hidup dan dinormalisasi dalam keseharian masyarakat urban berpenghasilan rendah. Laporan ini mendokumentasikan proses produksi film tersebut dari perspektif produser, dengan fokus pada bagaimana keputusan-keputusan manajerial diambil dan dipertanggungjawabkan di tengah dinamika produksi yang tidak linear. Produser menjalankan peran yang mencakup pengelolaan pengembangan konsep yang terus berubah, pendekatan dan pemilihan narasumber, adaptasi lini masa terhadap berbagai titik krisis, pengelolaan sumber daya dan dana yang terbatas, hingga strategi publikasi dan distribusi yang mempertimbangkan perlindungan narasumber. Proses produksi ini menunjukkan bahwa dalam dokumenter sosial, peran produser tidak hanya bersifat teknis dan administratif, tetapi juga menuntut kemampuan merespons secara cepat dan strategis terhadap perubahan yang datang dari berbagai arah serta tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan antara fleksibilitas proses dan efisiensi produksi tanpa mengabaikan etika representasi terhadap subjek yang difilmkan.
The short documentary film Ngontrak follows the daily life of Mak Tum, a woman who has spent nearly three decades moving from one rented dwelling to another in Yogyakarta. Through an observational approach centered on its subject, the film presents housing precarity not as an abstract structural issue, but as a lived and normalized reality in the everyday experience of low-income urban communities. This report documents the film's production process from the producer's perspective, focusing on how managerial decisions were made and accounted for amid a non-linear production dynamic. The producer's role encompassed managing a continuously evolving concept, subject approach and selection, timeline adaptation in response to multiple crisis points, limited resource and budget management, and a publication and distribution strategy built around subject protection. This production process demonstrates that in social documentary filmmaking, the producer's role extends beyond the technical and administrative, it demands the capacity to respond quickly and strategically to change from multiple directions, while maintaining a balance between process flexibility and production efficiency without compromising the ethical representation of the film's subjects.
Kata Kunci : Kata Kunci: Manajemen Produksi, Prekaritas Hunian, Produksi Dokumenter Observasional, Produser dalam Film Dokumenter, Yogyakarta/Keywords: Documentary Film Production, Housing Precarity, Observational Documentary, Producer in Documentary Film, Yogyakarta