Laporkan Masalah

Gejala Premenstruasi dan Aktivitas Akademik Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Indah Puspita, Ova Emilia, MD, M.Med.Ed,SpOG,Ph.D, dr.Tridjoko Hadianto, DTM&H,M.Kes

2006 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Latar Belakang. Gejala premenstruasi adalah masalah kesehatan yang biasa dihadapi wanita. Gejala tersebut mempengaruhi kehidupan sosial dan pekerjaan wanita. Di fakultas kedokteran masih sedikit, kalaupun ada, penelitian yang mengupas prevalensi dan korelasi gejala premenstruasi terhadap aktivitas akademik. Tujuan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menentukan prevalensi gejala premenstruasi dan efeknya pada penampilan akademik mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada pada tahun 2005. Metode. Penelitian ini merupakan sebuah survei cross- sectional. Subyek penelitian acak meliputi 194 mahasiswa perempuan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada yang masih terdaftar sebagai mahasiswa FK UGM untuk tahun ajaran 2005/2006. Penelitian diselenggarakan pada bulan Desember 2005. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan quesioner yang diisi langsung oleh mahasiswa. Instrumen yang digunakan adalah Shortened Premenstrual Assesment Form (SPAF) yang telah diadaptasi dan dites validitasnya untuk dapat digunakan di Indonesia. Hasil. Prevalensi gejala premenstruasi di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada adalah 99,48%. Subyek penelitian berusia 16-25 tahun. Menarche awal (<12 tahun) dialami 59,3% mahasiswa yang secara signifikan berhubungan dengan nyeri haid (p<0,05). Iritabilitas dan nyeri punggung, otot atau sendi merupakan gejala yang paling dirasakan. Iritabilitas secara signifikan berhubungan dengan kecenderungan perilaku mengambil tindakan atas gejala premenstruasi yang dialami (p<0,05). Gejala premenstruasi tipe sedang dilaporkan 94,8% mahasiswa dan tidak terdapat mahasiswa yang melaporkan adanya gejala premenstruasi yang sangat mengganggu. Tipe keparahan gejala premenstruasi berhubungan secara signifikan dengan ketidakhadiran mahasiswa di dalam diskusi tutorial (p<0,05), praktikum (p<0,01), dan ujian (p<0,01). Tipe keparahan gejala premenstruasi tidak berhubungan secara signifikan dengan indeks prestasi kumulatif mahasiswa. Kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan prevalensi gejala premenstruasi yang cukup tinggi diantara mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada dan didapati adanya hubungan gejala terhadap aktivitas akademik mahasiswa. Sebagian besar tipe keparahan yang dialami adalah tipe sedang. Tipe keparahan gejala berhubungan secara signifikan dengan ketidakhadiran mahasiswa di dalam diskusi tutorial (p<0,05), praktikum (p<0,01), dan ujian (p<0,01). Oleh karena itu, pendidikan kesehatan sebaiknya mengembangkan upaya- upaya untuk meningkatkan pemahaman mengenai manajemen gejala premenstruasi yang tepat. Selain itu, penelitian lanjutan juga sebaiknya dilakukan baik berupa penelitian prospektif untuk menentukan secara tepat prevalensi dan efek gejala premenstruasi, maupun penelitian yang bertujuan menguraikan interrelasi biologis antara stress pekerjaan, status kesehatan, fungsi hormonal dan gejala premenstruasi.

Kata Kunci : PMS, Aktivitas Akademik, Kedokteran, Iritabilitas, Stress. Mahasiswa

  1. S1-FKU_2006-IndahPuspita-Abstract.pdf  
  2. S1-FKU_2006-IndahPuspita-Bibliography.pdf  
  3. S1-FKU_2006-IndahPuspita-TableofContent.pdf  
  4. S1-FKU_2006-IndahPuspita-Title.pdf