REPRESENTASI KRITIK OTORITARIANISME DALAM FILM MELALUI SATIRE (ANALISIS SEMIOTIKA UMBERTO ECO PADA FILM THE DICTATOR)
Ihdazul Aruna Syahriar, Dr. Ardian Indro Yuwono, S.I.P., M.A
2026 | Skripsi | Ilmu Komunikasi
Film
merupakan bentuk komunikasi yang dilakukan sekelompok orang dalam serangkaian
adegan yang didokumentasi dan terdistribusi dengan tujuan menyebarkan pesan
kepada penonton terkait konteks dan isu yang diangkat dalam film tersebut. Film
dinilai sebagai sebuah bentuk komunikasi massa dikarenakan dapat mempengaruhi
tindak dan perilaku seseorang yang menontonnya, karena film sebagai media
komunikasi tergolong efektif dalam mengkomunikasikan pesan yang kemudian untuk
diresapi dan dipahami oleh penonton. Film The Dictator karya Larry
Charles merupakan film komedi satire yang mengangkat sosok dengan gaya
kepemimpinan yang otoriter pada suatu negara di timur tengah. Berdasarkan pada
pembangunan kritik melalui satire yang terjadi dalam film tersebut, penelitian
ini dilatarbelakangi oleh praktik neo-otoritarianisme yang dilakukan pada
beberapa negara di beberapa belahan dunia, khususnya di Indonesia. Jenis
penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan
paradigma konstruktivisme dan sumber data dalam penelitian ini adalah rangkaian
adegan dalam film The Dictator. Teknik analisis yang digunakan adalah
analisis semiotika Umberto Eco guna memaknai tanda, simbol, dan kode di dalam
film The Dictator yang mengarah kepada berlakunya otoritarianisme pada
negara. Hasil penelitian ini kritik terhadap
otoritarianisme tidak disampaikan secara moralis atau menggurui, melainkan
direpresentasikan melalui satire radikal. Satire bekerja dengan cara meminjam
kode-kode kekuasaan, meningkatkannya ke titik paling ekstrem (hiperbola), lalu
menjungkirbalikkannya (dekonstruksi) untuk menertawakan sekaligus menelanjangi
sistem politik tersebut.
Film is a form of
communication carried out by a group of people in a series of scenes that are
documented and distributed with the aim of conveying a message to the audience
regarding the context and issues raised in the film. Film is considered a form of
mass communication because it can influence the actions and behavior of those
who watch it, as film as a medium of communication is classified as effective
in conveying messages that are then absorbed and understood by the audience.
The Dictator, directed by Larry Charles, is a satirical comedy that portrays a
character with an authoritarian leadership style in a Middle Eastern country.
Based on the development of criticism thru satire that occurs in the film, this
research is motivated by the practice of neo-authoritarianism being carried out
in several countries around the world, particularly in Indonesia. This type of
research uses a qualitative approach. This research uses a constructivist
paradigm, and the data source for this study is a series of scenes from the
film The Dictator. The analysis technique used is Umberto Eco's semiotic
analysis to interpret the signs, symbols, and codes in the film The Dictator,
which point to the implementation of authoritarianism in the country. The
results of this research show that the critique of authoritarianism is not
conveyed in a moralistic or didactic manner, but rather represented thru
radical satire. Satire works by borrowing the codes of power, amplifying them
to the most extreme point (hyperbole), and then subverting them
(deconstruction) to mock and expose the political system.
Kata Kunci : Film, Kritik, Otoritarianisme, Semiotika