Laporkan Masalah

Menstruasi Sebagai Stigma Ditinjau Dari Teori Wacana Ernesto Laclau dan Chantal Mouffe

Syifa Aulia, Dr. Hastanti Widy Nugroho, S.S., M.Hum., Dr. Septiana Dwiputri Maharani, S.S., M.Hum.

2026 | Skripsi | ILMU FILSAFAT

Menstruasi sebagai realitas biologis menghadapi permasalahan struktural berupa stigma tertentu dalam pandangan masyarakat yang berdampak pada marginalisasi perempuan. Stigma menstruasi membangun persepsi buruk terhadap perempuan, memposisikannya sebagai "tidak suci" dan harus "disembunyikan", serta mengakibatkan pembatasan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan partisipasi publik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana narasi stigma menstruasi melanggengkan marginalisasi perempuan, mengapa terdapat stigma menstruasi, serta menganalisis stigma menstruasi menggunakan kerangka teori wacana Ernesto Laclau dan Chantal Mouffe.

Penelitian ini menggunakan model penelitian hermeneutika filosofis dengan pendekatan studi pustaka (library research). Teknik pengolahan data dilakukan melalui inventarisasi dan reduksi data, klasifikasi data, interpretasi hermeneutik, analisis wacana, serta penarikan kesimpulan. Penelitian ini membedah isu konstruksi sosial stigma menstruasi menggunakan teori wacana Ernesto Laclau dan Chantal Mouffe dengan konsep-konsep utama berupa wacana, artikulasi, titik nodal, antagonisme, rantai ekuivalensi, rantai diferensi, dan hegemoni

Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, stigma menstruasi ada karena menstruasi merupakan batas tubuh yang mengancam ketertiban simbolik masyarakat patriarki. Kedua, stigma menstruasi melanggengkan marginalisasi perempuan melalui empat institusi yang menopang struktur patriarki. Ketiga, makna negatif yang melekat pada menstruasi bukanlah esensial atau alamiah, melainkan hasil dari praktik hegemonik yang dapat diartikulasikan ulang.


Menstruation, as a biological reality, faces a structural problem of stigma in society that leads to the marginalization of women. This stigma positions women as "unclean" and something to be "hidden," resulting in restricted access to education, healthcare, and public participation. This study aims to describe how the narrative of menstrual stigma perpetuates women's marginalization, identify its root causes, and analyze it through the framework of Ernesto Laclau and Chantal Mouffe's discourse theory.

The research employs a philosophical hermeneutics model with a library research approach. Data processing techniques include data inventory and reduction, data classification, hermeneutic interpretation, discourse analysis, and conclusion drawing. Menstrual stigma is examined using key concepts from Laclau and Mouffe's discourse theory: discourse, articulation, nodal point, antagonism, chain of equivalence, chain of difference, and hegemony.

The findings reveal: First, menstrual stigma arises because menstruation represents a bodily boundary that threatens the symbolic order of patriarchal society. Second, this stigma perpetuates women's marginalization through four institutions that uphold the patriarchal structure. Third, the negative meaning attached to menstruation is neither essential nor natural, but rather the result of hegemonic practices that can be rearticulated.


Kata Kunci : stigma menstruasi, titik nodal, rantai ekuivalensi, rantai diferensi, antagonisme, feminisme.

  1. S1-2026-502376-abstract.pdf  
  2. S1-2026-502376-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-502376-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-502376-title.pdf