SUARA PERLAWANAN PEREMPUAN DALAM LAUT BERCERITA: SASTRA SEBAGAI KRITIK SISTEM KETIDAKADILAN SOSIAL POLITIK DI INDONESIA
Fatihah Salwa Rasyid, Dr. Andreas Budi Widyanta, S.Sos., M.A
2026 | Skripsi | Sosiologi
Penelitian berjudul “Suara Perlawanan Perempuan dalam Laut Bercerita: Sastra sebagai Kritik Sistem Ketidakadilan Sosial Politik di Indonesia” bertujuan menganalisis narasi penderitaan dan peran perempuan dalam novel Laut Bercerita.Fokus dari penelitian ini untuk memahami bagaimana penderitaan dari korban kekerasan negara dalam karya sastra dapat dikonstruksikan menjadi memori kolektif yang digunakan sebagai medium kritik, serta memahami pergeseran posisi perempuan yang mulanya diposisikan sebagai korban dan berhasil menjadi subjek perlawanan terhadap kekerasan struktural Orde Baru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis milik Norman Fairclough. Melalui kerangka teori Narrative Suffering dan dielaborasi dengan konsep-konsep lain dalam sosiologi, yaitu Interseksionalitas, penelitian ini mengkaji bagaimana narasi penderitaan direpresentasikan melalui karya sastra dengan sudut pandang seorang perempuan yang hingga kini masih relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi penderitaan dalam Laut Bercerita dapat berfungsi sebagai medium dalam merawat ingatan kolektif sekaligus menuntut keadilan. Selain itu, hasil penelitian membuktikan bahwa meskipun perempuan dalam novel ini memiliki kerentanan berlapis akibat ketidakadilan struktural, tetapi mereka digambarkan memiliki peran aktif dalam memperjuangkan kebenaran. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa karya sastra, utamanya Laut Bercerita,dapat menjadi medium kritik sosial dalam menggugat sikap negara yang selama ini cenderung membungkam serta mendorong kesadaran kolektif terhadap pentingnya keadilan bagi korban kekerasan struktural.
The study entitled “Voices of Women’s Resistance in Laut Bercerita: Literature as a Critique of the System of Socio-Political Injustice in Indonesia” aims to analyze the narratives of suffering and the roles of women in the novel Laut Bercerita. This research focuses on understanding how the suffering of victims of state violence in literary works can be constructed into a form of collective memory used as a medium of critique, as well as examining the shift in women’s positions, from being initially portrayed as victims to becoming subjects of resistance against the structural violence of the New Order regime. This study employs a qualitative method with Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis approach. Using the theoretical framework of Narrative Suffering, elaborated with other sociological concepts such as Intersectionality this research explores how narratives of suffering are represented in literary works from a woman’s perspective, which remains relevant to this day. The findings reveal that the narrative of suffering in Laut Bercerita functions as a medium for preserving collective memory while simultaneously demanding justice. Furthermore, the results demonstrate that although women in the novel experience layered vulnerabilities due to structural injustice, they are portrayed as having active roles in the struggle for truth. Thus, this study shows that literary works, particularly Laut Bercerita, can serve as a medium of social critique in challenging the state’s tendency to silence, while also fostering collective awareness of the importance of justice for victims of structural violence.
Kata Kunci : sastra, perlawanan, perempuan, ketidakadilan, HAM