Representasi Prekaritas Hunian dalam Penulisan Naskah Karya Film Dokumenter Ngontrak
Defindra Hafara Dwi Putri, Mashita Phitaloka Fandia Purwaningtyas, S. I. P., M. A.; Luhki Herwanayogi, S. I. P.
2026 | Skripsi | Ilmu Komunikasi
Prekaritas hunian merupakan ketidakpastian akses terhadap tempat tinggal yang kian mengemuka bagi warga Kota Yogyakarta. Hal ini mendesak sebagian warga untuk mengandalkan hunian sewa atau kontrak sebagai salah satu opsi hunian yang lebih terjangkau. Kendati demikian, pilihan ini menghadirkan kerentanan tersendiri, seperti ketidakpastian durasi tinggal, risiko penggusuran, kualitas hunian yang kadang tak layak, kenaikan biaya tidak terduga, hingga ketiadaan jaminan atas akses hunian di masa mendatang. Karya ini merupakan film dokumenter berjudul Ngontrak dengan durasi 22 menit yang berfokus pada representasi prekaritas hunian yang dialami oleh mereka yang terpaksa bergantung pada sistem sewa atau kontrak sebagai bentuk akses hunian. Mode observasional dan character-driven dipilih sebagai pendekatan dalam alur cerita untuk menghadirkan isu melalui perspektif dan kehidupan karakter utama. Tahap pembuatan karya ini mencakup (1) praproduksi, yang terdiri atas riset, perancangan konsep naratif, serta penulisan naskah; (2) produksi, yakni pengembangan naskah dan syuting; dan (3) pascaproduksi, yang mencakup penyuntingan akhir serta distribusi karya.
Housing precarity refers to the uncertainty of access to adequate housing, which has become an increasingly prominent issue among residents of Yogyakarta. This condition has pushed some residents to rely on rented or contract-based housing as a more affordable housing option. However, this arrangement also produces various forms of vulnerability, such as uncertainty of tenure duration, risk of eviction, inadequate housing quality, unexpected rent increases, and the absence of guaranteed future access to housing. Ngontrak is a 22-minute documentary film that explores the representation of housing precarity experienced by individuals who depend on rental or contract-based housing as their primary means of securing a place to live. Observational mode and character-driven approach are used in the narrative structure to present the issue through the perspective and lived experiences of the main subject. The production process consists of three stages: (1) pre-production, consisting of research, narrative concept development, and scriptwriting; (2) production, including script development and shooting; and (3) post-production, covering final editing and film distribution.
Kata Kunci : prekaritas hunian, film dokumenter, penulisan naskah