Laporkan Masalah

Berkoneksi dengan Fiksi: Analisis Pemaknaan Pembaca Terhadap Narasi Penerimaan Diri dalam Novel Harapan dari Tempat Paling Jauh

Rajwa Aqilah, Dr. Dian Arymami, S.I.P, M.Hum.

2026 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Sebagai salah satu media kreatif yang menjadi sumber hiburan bagi banyak kelompok masyarakat, representasi pada novel fiksi turut berperan penting dalam pembentukan stigma sosial, khususnya terkait isu kesehatan mental di kalangan remaja. Posisi remaja yang berada pada kelompok usia perkembangan menjadikan mereka rentan terhadap gangguan kesehatan mental sehingga dibutuhkan intervensi yang terarah, salah satunya melalui paparan representasi media yang inklusif dan mendukung kesejahteraan mental mereka. Media kreatif berupa novel fiksi remaja yang diangkat pada penelitian ini berjudul “Harapan dari Tempat Paling Jauh” (HDTPJ) karya Inggrid Sonya. Novel ini memiliki dua fokus isu utama, yaitu disfungsional keluarga dan penerimaan diri yang dekat dengan realitas remaja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memahami ragam pemaknaan pembaca terhadap narasi penerimaan diri dalam novel HDTPJ serta proses pembangunannya secara komprehensif dengan menggunakan metode analisi sense-making Brenda Dervin. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan terhadap narasi tersebut sangat beragam serta melalui proses pembangunan makna yang kompleks dan bersifat subjektif. Proses ini dipengaruhi oleh berbagai faktor internal (pemahaman dan nilai pribadi) maupun eksternal (dinamika hubungan keluarga, kesejahteraan finansial, lingkungan sosial, dan paparan media eksternal). Hasil dari proses pemaknaan ini merepresentasikan beberapa bentuk situasi baru dalam hidup pembaca, yaitu got control, got started/got motivated, got pleasure, dan got support. Temuan tersebut memperlihatkan bagaimana narasi penerimaan diri novel HDTPJ tidak bekerja secara linear dan seragam, tetapi menghadirkan respons yang berbeda-beda bagi setiap informan berdasarkan latar belakang dan keaktifan mereka dalam memaknainya.

As a creative media that serves as a source of entertainment for society, representation in fiction novels play a significant role in shaping social stigmas, particularly regarding mental health issues among adolescents. Given their developmental stage, adolescents are vulnerable to mental health challenges and require targeted interventions, one of which includes exposure to inclusive media representations that support their psychological well-being. This study examines a young adult fiction novel titled “Harapan dari Tempat Paling Jauh” (HDTPJ) by Inggrid Sonya which addresses two primary issues that closely reflect adolescent reality: family dysfunction and self-acceptance. Therefore, this study aims to understand the diverse way readers interpret the narrative of self-acceptance in the novel HDTPJ and to comprehensively examine the meaning-making process using Brenda Dervin’s Sense-Making methodology. The findings show that the interpretations of this narrative are highly varied, occurring through a complex and subjective construction process. This process is influenced by various internal factors (personal understanding and values) as well as external factors (family dynamics, financial well-being, social environment, and exposure to external media). The outcome of this meaning-making process reflects several types of new situations: got control, got started/got motivated, got pleasure, and got support. This indicates that the novel does not affect readers uniformly; rather, it plays distinct roles for each informant based on their background and active engagement in interpreting the text.

Kata Kunci : Novel Fiksi, Analisis Resepsi, Metode Sense-Making, Penerimaan Diri

  1. S1-2026-503406-abstract.pdf  
  2. S1-2026-503406-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-503406-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-503406-title.pdf