Laporkan Masalah

Strategi Semiotik dalam Komunikasi Institusional: Pelajaran dari Fossilfritt Sverige dan Energimyndigheten bagi Komunikasi Energi Indonesia

Ksatria Dandun Dananjaya, Dr. Wisnu Martha Adiputra, S.I.P., M.Si.

2026 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Peralihan global menuju keberlanjutan energi merupakan tantangan komunikatif sekaligus tantangan teknis, dan keberhasilannya bergantung pada kemampuan institusi mempertahankan narasi transisi yang koheren di seluruh sumber daya komunikatifnya. Penelitian ini mengidentifikasi dan menyistematisasi strategi semiotik multimodal yang digunakan oleh dua institusi terafiliasi negara Swedia, yaitu Energimyndigheten dan Fossilfritt Sverige, dalam membangun narasi transisi energi institusional yang koheren melintasi metafungsi representasional, interaktif, dan komposisional. Dengan menggunakan Analisis Multimodal yang berlandaskan kerangka semiotika sosial Kress dan van Leeuwen (1996, 2001, 2006), penelitian ini membaca tujuh belas artefak laman muka yang diambil dari antarmuka berbahasa Inggris kedua institusi tersebut. Analisis menemukan bahwa koherensi naratif dihasilkan melalui orkestrasi terkoordinasi sumber daya visual, tekstual, dan spasial yang memperkuat satu busur strategis yang sama di seluruh lingkungan laman muka. Pada tataran representasional, transisi energi dikodekan sebagai tata kelola yang stabil dan terkelola alih-alih sebagai bencana. Pada tataran interaktif, struktur offer, jarak sosial publik, dan perspektif panoramik memosisikan pemirsa sebagai partisipan rasional di dalam pandangan dunia institusional. Pada tataran komposisional, nilai informasi, penzonaan ideal dan real, salience, serta pembingkaian menata identitas dan misi sebagai landasan yang sudah mapan sembari menyajikan jalur tindakan sebagai masa depan strategis. Dari temuan tersebut, penelitian ini memformalkan sembilan Prinsip Komunikatif, sebuah arsitektur berbasis temuan yang dibaca terhadap lanskap komunikasi energi Indonesia yang terfragmentasi melalui literatur sekunder yang telah ditelaah sebagai titik acuan analitis.

The global shift toward energy sustainability is a communicative challenge as much as a technical one, and its success depends on whether institutions can sustain a coherent transition narrative across the full range of their communicative resources. This study identifies and systematizes the multimodal semiotic strategies through which two Swedish state-affiliated institutions, Energimyndigheten and Fossilfritt Sverige, construct coherent institutional energy transition narratives across representational, interactive, and compositional metafunctions. Using Multimodal Discourse Analysis grounded in the social semiotic framework of Kress and van Leeuwen (1996, 2001, 2006), the study reads seventeen homepage artefacts captured from the English-language interfaces of both institutions. The analysis finds that narrative coherence is produced through the coordinated orchestration of visual, textual, and spatial resources that reinforce a single strategic arc across the homepage environment. At the representational level, energy transition is encoded as stable, manageable governance rather than catastrophe. At the interactive level, offer structures, public social distance, and panoramic perspectives position the viewer as a rational participant within an institutional worldview. At the compositional level, information value, ideal and real zoning, salience, and framing organize identity and mission as settled ground while presenting action pathways as the strategic future. From these findings the study formalizes nine Transferable Communicative Principles, a findings-derived architecture read against the fragmented Indonesian energy communication landscape through peer-reviewed secondary literature as an analytical reference point.

Kata Kunci : analisis wacana multimodal; komunikasi strategis; transisi energi; koherensi naratif; semiotika sosial; multimodal discourse analysis; strategic communication; energy transition; narrative coherence; social semiotics

  1. S1-2026-481725-abstract.pdf  
  2. S1-2026-481725-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-481725-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-481725-title.pdf