Strategi Pemasaran Politik Penggunaan Citra Presiden Joko Widodo dalam Kampanye Pasangan Prabowo–Gibran: Studi tentang Pemasaran Politik Koalisi Indonesia Maju di Kulon Progo Pada Pemilihan Presiden 2024
Ayuda Hardianto, Dr. Dra. Ratnawati, S.U
2026 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN
Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran politik Koalisi Indonesia
Maju (KIM) dalam memanfaatkan citra Presiden Joko Widodo untuk memenangkan
pasangan Prabowo-Gibran pada Pemilihan Presiden 2024 di Kabupaten Kulon Progo. Penelitian menggunakan konsep political marketing dengan pendekatan Segmentation,
Targeting, dan Positioning (STP), serta strategi push, pull, dan pass
political marketing sebagai kerangka analisis. Metode yang digunakan adalah
penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus deskriptif, dengan data yang
diperoleh melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi terhadap narasumber
yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan snowball
sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KIM melakukan segmentasi
pemilih berdasarkan wilayah, karakteristik demografis, loyalis partai, loyalis
Prabowo, dan swing voters. Berdasarkan pemetaan tersebut, KIM menerapkan
strategi full market coverage dengan menjangkau seluruh segmen pemilih,
namun tetap memprioritaskan wilayah dengan jumlah DPT tinggi dan kelompok
pemilih yang memiliki kedekatan emosional dengan Joko Widodo. Selanjutnya,
pasangan Prabowo-Gibran diposisikan sebagai representasi keberlanjutan
pemerintahan Joko Widodo melalui reinforcement strategy. Strategi tersebut diimplementasikan melalui kampanye tatap muka, media
sosial, alat peraga kampanye, serta pemanfaatan tokoh lokal dan jaringan
relawan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemenangan Prabowo-Gibran di Kulon
Progo merupakan hasil dari penerapan strategi pemasaran politik yang
terintegrasi, dengan citra Joko Widodo sebagai sumber legitimasi politik dan
narasi keberlanjutan, serta didukung oleh mobilisasi relawan yang efektif dalam
memperluas dukungan elektoral di tingkat akar rumput.
This study aims to analyze
the political marketing strategy employed by the Koalisi Indonesia Maju (KIM)
in utilizing the image of President Joko Widodo to secure the victory of the
Prabowo-Gibran ticket in the 2024 Presidential Election in Kulon Progo Regency.
The study applies the concept of political marketing through the Segmentation,
Targeting, and Positioning (STP) approach, as well as push, pull, and pass
political marketing strategies as its analytical framework. Using a qualitative
approach with a descriptive case study design, data were collected through
in-depth interviews and document analysis involving narasumberts selected
through purposive and snowball sampling techniques. The findings indicate that
KIM segmented voters based on geographical areas, demographic characteristics,
party loyalists, Prabowo supporters, and swing voters. Based on this
segmentation, KIM implemented a full market coverage targeting strategy by
reaching all voter segments while prioritizing areas with a high number of
registered voters and groups that had an emotional attachment to Joko Widodo.
Furthermore, Prabowo-Gibran were positioned as representatives of the
continuity of Joko Widodo’s administration through the implementation of a
reinforcement strategy. This strategy was carried out through face-to-face
campaigns, social media engagement, campaign materials, and the involvement of
local figures and volunteer networks. The study concludes that the victory of
Prabowo-Gibran in Kulon Progo was the result of an integrated political
marketing strategy, in which Joko Widodo’s image served as a source of
political legitimacy and a narrative of continuity, supported by the effective
mobilization of volunteer networks in expanding electoral support at the
grassroots level.
Kata Kunci : political marketing, STP, push political marketing, pull political marketing, pass political marketing, Prabowo-Gibran, Joko Widodo, Kulon Progo.