STUDI KOMPARATIF PENERAPAN TEKNOLOGI CORRUGATED STEEL PIPE PADA JEMBATAN BENTANG 40 METER. ASPEK: BIAYA DAN WAKTU
Muhammad Rifky, Dr. Ir. Angga Trisna Yudhistira, S.T., .M.Eng., IPM., ACPE.
2026 | Skripsi | TEKNIK SIPIL
Indonesia sebagai negara kepulauan
membutuhkan pembangunan jembatan yang efisien dari segi biaya dan waktu. Teknologi Corrugated Steel Pipe (CSP) berkembang
sebagai alternatif jembatan konvensional (PCI Girder), namun kajian komparatif
yang terukur antara keduanya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan
membandingkan biaya dan waktu pelaksanaan konstruksi jembatan bentang 40 meter
antara teknologi CSP dan struktur konvensional, serta menentukan alternatif
yang paling efisien.
Studi kasus dilakukan
pada Proyek Perencanaan Jembatan Murung Raya, Kalimantan Tengah. Enam
alternatif desain disusun berdasarkan kombinasi jenis struktur
(CSP/konvensional), jenis timbunan (tanah/mortar busa), dan metode penyediaan
beton (ready mix/mobile batching plant). Estimasi biaya disusun
melalui Rencana Anggaran Biaya (RAB) berbasis Quantity Take-Off dari
model tiga dimensi Autodesk Revit dengan acuan SE 182/SE/Dk/2025 dan Harga
Satuan Dasar Perbup Murung Raya 2025, sedangkan waktu pelaksanaan dihitung
menggunakan Critical Path Method (CPM) pada Microsoft Project. Pemilihan
alternatif terbaik dilakukan dengan pendekatan Multi-Criteria Decision
Analysis (MCDA).
Hasil penelitian
menunjukkan seluruh desain berbasis CSP lebih ekonomis dan lebih cepat
dibandingkan desain konvensional. Biaya konstruksi berkisar antara Rp7,79
miliar hingga Rp9,69 miliar (selisih 24,51%), sedangkan durasi pelaksanaan
berkisar antara 50 hingga 74 hari (selisih 48%). Berdasarkan analisis MCDA pada
tiga skema pembobotan, Desain 1 (CSP, timbunan tanah, ready mix) secara
konsisten menempati peringkat pertama dengan skor sempurna 1,000, sehingga
direkomendasikan sebagai alternatif paling efisien.
As an archipelagic
country, Indonesia requires bridge construction that is efficient in terms of
both cost and time. Corrugated Steel Pipe (CSP) technology has been developing
as an alternative to conventional bridges (PCI Girder); however, measurable comparative
studies between the two remain limited. This study aims to compare the
construction cost and time of a 40-meter-span bridge between CSP technology and
conventional structures, as well as to determine the most efficient
alternative.
A case study was
conducted on the Murung Raya Bridge Planning Project, Central Kalimantan. Six
design alternatives were developed based on combinations of structure type
(CSP/conventional), embankment type (soil/foamed mortar), and concrete supply
method (ready mix/mobile batching plant). Cost estimation was prepared through
a Budget Plan (RAB) based on Quantity Take-Off derived from a three-dimensional
Autodesk Revit model, referring to SE 182/SE/Dk/2025 and the 2025 Murung Raya
Regent Regulation on Basic Unit Prices, while the construction time was
calculated using the Critical Path Method (CPM) in Microsoft Project. The
selection of the best alternative was carried out using the Multi-Criteria
Decision Analysis (MCDA) approach.
The results show that
all CSP-based designs are more economical and faster than the conventional
designs. Construction costs range from IDR 7.79 billion to IDR 9.69 billion (a
difference of 24.51%), while construction durations range from 50 to 74 days (a
difference of 48%). Based on the MCDA analysis under three weighting schemes,
Design 1 (CSP, soil embankment, ready mix) consistently ranks first with a
perfect score of 1.000, and is therefore recommended as the most efficient
alternative.
Kata Kunci : Corrugated Steel Pipe, jembatan, biaya, waktu, MCDA