Laporkan Masalah

ANALISIS TINGKAT KESIAPAN PENGURUS KOPERASI DESA MERAH PUTIH (KDMP) MENGGUNAKAN COMMUNITY READINESS MODEL (CRM) SEBAGAI DASAR STRATEGI PENGUATAN DAN REKOMENDASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN PEMBIAYAAN DESA LUGUREJO (Studi Kasus KDMP Lugurejo, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo)

Noviana Nurcahya Ramadhani, Yudistira Hendra Permana, S.E., M.Sc., Ph.D.

2026 | Tugas Akhir | D4 Manajemen dan Penilaian Properti

Kebijakan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) adalah salah satu cara pemerintah untuk memperkuat perekonomian desa. KDMP mendapatkan bantuan modal melalui pinjaman perbankan. Pemerintah desa berkewajiban memberikan dukungan dengan menggunakan Dana Desa, jika koperasi mengalami kesulitan memenuhi pembayaran kewajiban sesuai aturan yang berlaku. Kondisi tersebut membuat kesiapan pengurus menjadi hal penting dalam membantu kelancaran pengelolaan koperasi sekaligus mengurangi kemungkinan risiko dalam pembiayaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana para pengurus Koperasi Desa Merah Putih Lugurejo siap dalam menghadapi pembentukan KDMP menggunakan Community Readiness Model (CRM), menganalisis hubungan antara tingkat kesiapan tersebut dengan risiko pembiayaan, serta membuat strategi untuk memperkuat kondisi koperasi dan memberikan rekomendasi kebijakan bagi Pemerintah Desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode studi kasus di KDMP Lugurejo, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo. Data dikumpulkan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 25 orang responden, yang terdiri dari 8 orang pengurus dan pengawas KDMP, 9 perangkat desa, serta 8 orang masyarakat. Pemilihan responden dilakukan dengan metode purposive sampling. Instrumen penelitian tersebut diambil dari Community Readiness Model yang terdiri dari lima aspek kesiapan, yaitu upaya yang dilakukan, kepemimpinan, iklim komunitas, pengetahuan tentang isu, serta sumber daya yang tersedia, kemudian dianalisis untuk melihat implikasi terhadap risiko pembiayaan, penggunaan dana desa, menyusun strategi untuk memperkuat kelembagaan, serta rekomendasi kebijakan bagi pemerintah desa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat siapnya pengurus KDMP Lugurejo memiliki skor 6 (Initiation) menunjukkan bahwa pengurus telah mulai melakukan pengelolaan koperasi, tetapi masih membutuhkan peningkatan kapasitas. Tingkat kesiapan ini menunjukkan bahwa kemampuan pengurus masih harus diperbaiki agar dapat mendukung keberhasilan pengembangan usaha koperasi, sehingga resiko pembiayaan bisa dikurangi. Strategi penguatan difokuskan pada peningkatan kemampuan pengurus, peningkatan bimbingan dan pendampingan, perkuatan pengelolaan lembaga, pengembangan usaha yang layak, serta pembuatan mekanisme untuk mengatasi risiko dalam pembiayaan. Selain itu, Pemerintah Desa juga harus membuat kebijakan pengawasan, evaluasi secara berkala, dan pemanduan sebagai cara mengurangi risiko sebelum menggunakan Dana Desa sebagai dukungan pembiayaan.

The policy of establishing the Koperasi Desa Merah Putih (KDMP represents a government initiative to strengthen the village economy. KDMP secure capital through bank loans. Village governments are obligated to provide support using Village Funds should the cooperative encounter difficulties in meeting its payment obligations in accordance with applicable regulations. Consequently, the preparedness of the cooperative's management is crucial for ensuring smooth operations and mitigating financing risks. This study aims to assess the readiness of the KDMP Lugurejo management regarding the cooperative's establishment using the Community Readiness Model (CRM), analyze the relationship between

this level of readiness and financing risk, and formulate strategies to strengthen the cooperative's position while providing policy recommendations for the Village Government.This study employs a descriptive quantitative approach using a case study method at KDMP Lugurejo in Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo. Data were collected by distributing questionnaires to 25 respondents, comprising 8 KDMP administrators and supervisors, 9 village officials, and 8 community members. respondents were selected using purposive sampling. The research instrument was based on the Community Readiness Model encompassing five aspects of readiness: efforts undertaken, leadership, community climate, knowledge of the issue, and available resources. The data were analyzed to examine implications for financing risks and the utilization of village funds, to formulate strategies for institutional strengthening, and to provide policy recommendations for the village government. Research findings indicate that the readiness level of the KDMP Lugurejo management is at a score of 6 (Initiation), this suggests that while the management has begun to oversee cooperative operations, there is still a need for capacity building. This level of readiness implies that management capabilities require improvement to support successful business development and, consequently, mitigate financing risks. Strengthening strategies focus on enhancing management capabilities, increasing guidance and mentoring, bolstering institutional management, developing viable business ventures, and establishing mechanisms to manage financing risks. Furthermore, the Village Government must implement policies regarding oversight, periodic evaluation, and guidance to mitigate risks prior to utilizing Village Funds for financing support.

Kata Kunci : Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Community Readiness Model (CRM), Kesiapan Pengurus, Risiko Pembiayaan, Dana Desa

  1. D4-2026-478911-abstract.pdf  
  2. D4-2026-478911-bibliography.pdf  
  3. D4-2026-478911-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2026-478911-title.pdf