Laporkan Masalah

Manusia, Budaya, dan Lingkungan Purba Zona Rembang di Jawa Pada Kala Holosen Bawah-Tengah

Hari Wibowo, Dr. Daud Aris Tanudirjo, M.A.

2026 | Disertasi | S3 Ilmu-ilmu Humaniora

Penelitian ini membahas mengenai hunian gua di wilayah karst Zona Rembang di pesisir utara Jawa selama Holosen Bawah-Tengah. Menggunakan bukti terpadu dari sisa-sisa manusia, isotop stabil, fauna vertebrata, dan moluska, kami menunjukkan bahwa hunian gua di kawasan tersebut adalah respons terhadap tenggelamnya Paparan Sunda. Gigi geligi menunjukkan bukti kehadiran populasi dengan karakteristik Asia Timur dalam konteks budaya Praneolitik. Analisis isotop stabil yang dikombinasikan dengan data fauna vertebrata menunjukkan bahwa lingkungan didominasi oleh hutan kanopi dengan iklim basah. Perubahan iklim menjadi sedikit lebih kering terjadi pada 8.500 dan 5.500 BP, yang mungkin disebabkan oleh 8,2 ka Event serta Pasang Holosen. Data moluska menunjukkan bahwa situs yang saat ini berada di pedalaman jauh lebih dekat ke pantai selama Holosen Bawah-Tengah. Perpaduan data secara kronologis sesuai dengan terjadinya kenaikan permukaan laut yang menenggelamkan Paparan Sunda, memaksa manusia untuk bergerak menuju daerah dataran tinggi di pesisir utara Jawa. Sementara itu, data artefak Zona Rembang menunjukkan kemiripan dengan Budaya Sampung. Persamaan fokus budaya artefak pada lancipan batu dan alat tulang antara Budaya Sampung dan Toalean, dikombinasikan dengan afinitas populasi yang kemungkinan sama antara Zona Rembang dan Sulawesi, telah membuka kemungkinan bahwa kedua budaya ini mungkin berasal dari populasi leluhur yang sama.

This study investigates the settlement on the Zona Rembang karstic region of northern Java during the Early–Middle Holocene. Using integrated evidence from human remains, stable isotopes, vertebrate faunal assemblages, and mollusks we show that the cave settlement was a response to the submergence of the Sunda Shelf. Dentition evidence shows the existence of population with East Asian characteristics within Preneolithic culture context. Stable isotope analyses combined with faunal remains data indicate that the environment was dominated by the forest canopy with wet climate. Slight drier episodes probably caused by the 8,2 ka Event around 8.500 BP and Holocene Highstand around 5.500 BP. While the mollusk assemblages indicate that the sites that are currently inland were much closer to the coast during the Early-Middle Holocene. Together, these data correspond chronologically with rising sea levels that inundated low-lying Sunda Shelf, forcing communities toward more stable upland areas on the north coast of Java. Meanwhile, data on artifacts show similarities to the Sampung Culture. Artifacts that emphasize on lithic points and bone tools between Sampung and Toalean, combined with the population affinity that was likely to be similar between Rembang Zone and Sulawesi, indicates that these two cultures might have originated from the same ancestral population.

Kata Kunci : pesisir, populasi, artefak, fauna vertebrata, moluska, isotop stabil, coastal sites, population, artifact, vertebrates, mollusk, stable isotope

  1. S3-2026-501735-abstract.pdf  
  2. S3-2026-501735-bibliography.pdf  
  3. S3-2026-501735-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2026-501735-title.pdf