Pengaruh Dimensi Ekspektasi Karier Generasi Z terhadap Minat Karier dalam Model Kerja Nonstandar
Metta Varent, Risa Virgosita, S.E., M.Sc., Ph.D.
2026 | Skripsi | MANAJEMEN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dimensi ekspektasi karier Generasi Z yang meliputi ekspektasi stabilitas, ekspektasi keseimbangan antara pekerjaan dan hidup, serta ekspektasi budaya organisasi terhadap minat karier pada model kerja nonstandar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya prevalensi model kerja nonstandar di Indonesia seiring dengan perkembangan teknologi digital, serta semakin besarnya proporsi Generasi Z dalam pasar tenaga kerja yang membawa preferensi karier yang unik dan beragam.
Subjek penelitian adalah Generasi Z berusia 18–25 tahun yang berstatus mahasiswa tingkat akhir atau fresh graduate dan sedang mempertimbangkan pilihan karier masa depan. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner secara daring dan diperoleh sebanyak 160 responden yang memenuhi kriteria penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan antarvariabel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspektasi stabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap minat karier pada model kerja nonstandar, artinya semakin tinggi ekspektasi terhadap stabilitas, semakin rendah minat untuk memilih model kerja nonstandar. Ekspektasi keseimbangan antara pekerjaan dan hidup berpengaruh positif dan signifikan, di mana semakin tinggi ekspektasi terhadap keseimbangan kerja-hidup, semakin tinggi pula minat terhadap model kerja nonstandar. Sementara itu, ekspektasi budaya organisasi tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap minat karier pada model kerja nonstandar.
This study aims to analyze the effect of Generation Z's career expectation dimensions, consisting of stability expectations, work-life balance expectations, and organizational culture expectations on career interest in non-standard work models. The study is motivated by the growing prevalence of non-standard employment in Indonesia, driven by digital technology development, alongside the increasing proportion of Generation Z in the workforce, a cohort characterized by distinct and diverse career preferences.
The study subjects were Generation Z individuals aged 18–25 years who were final-year university students or recent graduates actively considering future career paths. Data were collected through an online questionnaire, yielding 160 valid respondents. A quantitative approach was employed, utilizing Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) to examine the relationships among variables.
The results indicate that stability expectations have a significant negative effect on career interest in non-standard work models, suggesting that higher stability expectations correspond to lower interest in non-standard employment. Work-life balance expectations have a significant positive effect, meaning that stronger expectations for work-life balance are associated with greater interest in non-standard work models. Meanwhile, organizational culture expectations were found to have no significant effect on career interest in non-standard work models.
Kata Kunci : Generasi Z, ekspektasi karier, model kerja nonstandar, minat karier