Efek Moderasi Dukungan Pimpinan terhadap Kinerja Pegawai Pengelola SDM dalam Penggunaan Sistem Informasi Manajemen Sumber Daya Manusia (SIM SDM) pada Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / BKKBN
Dian Ayu Purwitasari, Prof. Ir. Paulus Insap Santosa, M.Sc., Ph.D., IPU; Dr.eng Hary Budiarto, M.Kom., IPM
2026 | Tesis | S2 Mag.Studi Kebijakan
Transformasi
digital mendorong tata kelola pemerintahan dalam pemanfaatan sistem informasi guna
mendukung efektivitas pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Kementerian
Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemenduk Bangga / BKKBN) telah
mengimplementasikan Sistem Informasi Manajemen SDM (SIM SDM) sebagai platform
pengelolaan data dan layanan SDM. Penelitian ini bertujuan menganalisis
pengaruh kualitas informasi, kualitas sistem, dan persepsi kegunaan terhadap
kepuasan pengguna SIM SDM serta dampaknya terhadap kinerja pegawai pengelola
SDM. Selain itu, penelitian ini menguji peran dukungan pimpinan sebagai
variabel moderasi dalam hubungan tersebut.
Penelitian
menggunakan pendekatan kuantitatif deduksi dengan desain cross-sectional.
Model penelitian menguji hipotesis berdasar kerangka Information System
Success Model (ISSM) oleh DeLone dan McLean dengan Technology Acceptance
Model (TAM) dari Davis. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner
kepada pegawai pengelola SDM di lingkungan Kemenduk Bangga / BKKBN yang
memiliki akses administrator SIM SDM, didapatkan responden sebanyak 123 orang. Analisis
data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation
Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan software SmartPLS 4.1.1.8
Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas sistem dan persepsi kegunaan
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna SIM SDM. Kepuasan
pengguna juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja
pegawai pengelola SDM. Sebaliknya, kualitas informasi tidak berpengaruh
signifikan terhadap kepuasan pengguna. Selain itu, dukungan pimpinan tidak
terbukti memperkuat pengaruh hubungan antara kualitas informasi, kualitas
sistem maupun persepsi kegunaan terhadap kepuasan pengguna. Temuan ini
menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi SIM SDM lebih banyak ditentukan
oleh kualitas sistem dan manfaat yang dirasakan pengguna dibandingkan adanya
intervensi dari dukungan pimpinan.
Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi teoritis melalui integrasi ISSM dan TAM pada konteks sistem informasi SDM sektor publik, serta memberikan implikasi praktis bagi Kemenduk Bangga / BKKBN dalam pengembangan SIM SDM secara berkelanjutan.
Digital transformation has encouraged
public sector governance to leverage information systems to enhance the
effectiveness of human resource (HR) management. The Ministry of Population and
Family Development (Kemenduk Bangga/BKKBN) has implemented the Human Resource
Management Information System (HRMIS) as a platform for managing HR data and
services. This study aims to examine the effects of information quality, system
quality, and perceived usefulness on user satisfaction with the HRMIS and its
subsequent impact on the performance of HR management personnel. In addition,
the study investigates the moderating role of leadership support in these
relationships.
This research employed a deductive
quantitative approach using a cross-sectional research design. The proposed
research model was developed based on the integration of the Information
Systems Success Model (ISSM) by DeLone and McLean and the Technology Acceptance
Model (TAM) by Davis. Data were collected through a questionnaire survey
administered to HR management personnel within Kemenduk Bangga/BKKBN who had
administrator access to the HRMIS, resulting in 123 valid respondents. Data
were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling
(PLS-SEM) with SmartPLS version 4.1.1.8.
The findings indicate that system
quality and perceived usefulness have a positive and significant effect on
HRMIS user satisfaction. Furthermore, user satisfaction has a positive and
significant impact on the performance of HR management personnel. In contrast,
information quality does not have a significant effect on user satisfaction.
Moreover, leadership support does not significantly moderate the relationships
between information quality, system quality, perceived usefulness, and user
satisfaction. These findings suggest that the successful implementation of the
HRMIS is primarily determined by system quality and the perceived benefits
experienced by users rather than by leadership support.
This study is expected to contribute
theoretically by integrating the Information Systems Success Model (ISSM) and
the Technology Acceptance Model (TAM) within the context of public sector HR
information systems. It also offers practical implications for Kemenduk
Bangga/BKKBN in supporting the continuous development and improvement of its
Human Resource Management Information System (HRMIS).
Kata Kunci : sistem informasi sumber daya manusia, kinerja pegawai, dukungan pimpinan, teori kesuksesan sistem informasi, model penerimaan teknologi.