Perancangan Unit Pengolahan Air Limpasan Tambang Silika-Batu Bara dan Simulasi Profil Kecepatan Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamics
Keisha Amania Gayatri Wijayanto, Ir. Johan Syafri Mahathir Ahmad, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM.
2026 | Skripsi | S1 TEKNIK INFRASTRUKTUR LINGKUNGAN
Kegiatan pertambangan silika-batu
bara dengan sistem tambang terbuka menghasilkan air limpasan dengan kandungan Total
Suspended Solids yang tinggi sehingga berpotensi mencemari badan air
penerima apabila tidak diolah terlebih dahulu. Penelitian ini bertujuan
merancang unit pengolahan air limpasan tambang silika-batu bara yang mampu
menurunkan kadar pencemar hingga memenuhi baku mutu, menentukan rentang debit
operasional yang memenuhi kriteria desain, mengevaluasi profil kecepatan aliran
menggunakan metode Computational Fluid Dynamics, serta menyusun estimasi
biaya konstruksi unit yang dirancang.
Perancangan dilakukan berdasarkan analisis parameter hidraulika dan
karakteristik partikel untuk menentukan dimensi setiap zona pengolahan. Unit pengolahan dirancang berupa kolam
pengendapan yang terdiri atas sembilan kompartemen yang meliputi zona
ekualisasi dan prasedimentasi, zona koagulasi-flokulasi, serta zona sedimentasi
akhir. Evaluasi hidrodinamika dilakukan melalui simulasi dua dimensi dalam
kondisi tunak menggunakan model turbulensi standard k-epsilon pada
perangkat lunak ANSYS Fluent 2025 R2. Simulasi dilakukan pada debit desain
sebesar 1,497 m3/s.
Hasil
perancangan menunjukkan bahwa unit pengolahan dapat menurunkan konsentrasi Total
Suspended Solids dari 500 mg/L menjadi 5 mg/L, jauh di bawah baku mutu 400
mg/L. Unit pengolahan yang dirancang mampu memenuhi seluruh kriteria desain
pada rentang debit operasional sebesar 0,76Q hingga 1,25Q atau setara dengan
1,137 m³/s hingga 1,871 m³/s. Parameter yang paling menentukan batas rentang
operasional adalah waktu tinggal hidraulik dan beban permukaan pada zona
sedimentasi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa distribusi kecepatan aliran pada
setiap zona telah sesuai dengan fungsi proses yang direncanakan, yaitu penyeragaman
debit pada zona ekualisasi dan prasedimentasi, turbulensi tinggi pada zona
pengadukan cepat, pencampuran terkendali pada zona flokulasi, dan kecepatan
rendah pada zona sedimentasi. Estimasi total biaya konstruksi unit pengolahan
sebesar Rp1.679.842.160,00. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan
teknis dalam perencanaan dan pengelolaan air limpasan pada kegiatan
pertambangan silika-batu bara.
Open-pit
silica-coal mining generates runoff water containing high concentrations of
Total Suspended Solids, which may degrade the quality of receiving water bodies
if discharged without proper treatment. This study aims to design a mine runoff
treatment unit capable of meeting the applicable effluent standards, determine
the operational discharge range that satisfies design criteria, evaluate flow
velocity profiles using Computational Fluid Dynamics, and estimate the
construction cost of the proposed treatment facility.
The design was
developed based on hydraulic parameter analysis and particle characteristics to
determine the dimensions of each treatment zone. The proposed treatment unit
consists of a settling pond system with nine compartments, including
equalization and pre-sedimentation zones, coagulation-flocculation zones, and
final sedimentation zones. Hydrodynamic performance was evaluated through
two-dimensional steady-state simulations using the standard k-epsilon
turbulence model in ANSYS Fluent 2025 R2. The simulations were conducted at the
design discharge of 1.497 m3/s.
The results indicate that the proposed treatment unit is capable of
reducing the Total Suspended Solids concentration from 500 mg/L to 5 mg/L,
which is significantly below the applicable effluent standard of 400 mg/L. The
designed treatment unit satisfies all design criteria within an operational
discharge range of 0.76Q to 1.25Q, equivalent to 1.137 m³/s to 1.871 m³/s.
Hydraulic retention time and surface overflow rate in the sedimentation zone
were identified as the most critical parameters governing the operational
range. The simulation results show that the flow velocity
distribution in each treatment zone is consistent with its intended function,
including flow equalization in the equalization and pre-sedimentation zones,
high turbulence in the rapid mixing zone, controlled mixing in the flocculation
zone, and low flow velocities in the sedimentation zone. The estimated total construction cost of the
treatment unit is IDR 1,679,842,160. The findings of this study are expected to
serve as a technical reference for mine runoff management in silica-coal mining
operations.
Kata Kunci : air limpasan tambang, kolam pengendapan, ANSYS Fluent, profil kecepatan, Total Suspended Solids