Produksi Iklan Layanan Masyarakat Cerita Aja Dulu sebagai Upaya Mendorong Pengungkapan Perasaan pada Laki-laki (Peran Sutradara dalam Pengembangan Konten Audiovisual)
Muhammad Aldevano Prayogiswara Ratityawan, Massageng Widagdhaprasana, S.I.P., MMktgComs; Luhki Herwanayogi, S.I.P.
2026 | Skripsi | Ilmu Komunikasi
Laporan Tugas Akhir Katya ini membahas proses produksi Iklan Layanan Masyarakat (ILM) bertajuk Cerita Aja Dulu sebagai upaya mendorong pengungkapan perasaan pada laki-laki dewasa muda usia 18-24 tahun. Isu ini diangkat karena adanya represi emosional yang dialami laki-laki akibat doktrin maskulinitas tradisional dan budaya patriarki di Indonesia. Fokus utama proyek ini terletak pada strategi penyutradaraan dalam menerjemahkan visi kreatif serta menyampaikan pesan kesehatan mental secara efektif tanpa terkesan menggurui. Metode peniptaan yang diadopsi adalah mode hibrida melodramatic realism yang memadukan realisme keseharian dengan pendekatan melodramatis yang ekspresif. Penerapan metode ini bertumpu pada tiga pilar estetika: aesthetic of excess untuk mengeksternalisasi krisis psikologis, teknik tableau (patahan narasi) yang dikombinasikan dengan klimaks emosi, serta konstruksi ruang realisme kedekatan. Secara teknis, sutradara mengoptimalkan narasi berbasis gambar dengan meminimalkan eksposisi verbal, menggunakan dominasi ukuran gambar close-up, komposisi rasio 4:3, emulasi warna film rona hangat, serta dukungan scoring musik orkestra dan tata suara foley. Luaran dari tugas akhir ini adalah tiga video ILM yang didistribusikan secara periodik melalui media sosial Instagram dengan menjalin kemitraan strategis bersama Aliansi Laki-laki Baru, Rifka Annisa, dan CDC Fisipol. Proyek ini berhasil memvisualisasikan dinamika psikis laki-laki sekaligus menjadi narasi tanding yang inklusif.
Kata Kunci : Iklan Layanan Masyarakat, Sutradara, Melodramatic Realism, Maskulinitas, Kesehatan Mental.