Laporkan Masalah

Problem Intentionality pada Seni Visual Dall-E dalam Perspektif Noël Carroll

Hafizh Seto Gunawan, Prof. Drs. M. Mukhtasar Syamsuddin, M.Hum., Ph.D of Arts.; Drs. Farid, M.Hum.; Dr. M. Rodinal Khair Khasri, S.Fil., M.Phil.; Drs. Imam Wahyudi, M.Hum.

2026 | Skripsi | ILMU FILSAFAT

Seiring dengan sistem kecerdasan buatan (AI) generatif seperti DALL-E yang menghasilkan citra yang semakin canggih, sistem tersebut menantang batasan-batasan tradisional dalam kategorisasi artistik. Penelitian skripsi ini menerapkan filsafat seni analitis Noël Carroll pada fenomena baru citra hasil buatan AI yang diproduksi oleh sistem seperti DALL-E.
Penelitian ini kemudian mengajukan tiga pertanyaan kritis: Bagaimana proses pembentukan citra mekanistik DALL-E selaras dengan teori-teori fundamental filsafat seni analitis? Ketika diuji menggunakan metode narasi sejarah, bagaimanakah status ontologis dari citra AI, dan dapatkah ia menunjukkan keterkaitan evolusioner yang diperlukan dengan tradisi artistik sebelumnya? Terakhir, sejauh mana keterlibatan manusia melalui instruksi tekstual (prompting) benar-benar memenuhi syarat sebagai ekspresi artistik dalam kerangka intentionalis Carroll?
Dengan bersandar pada teori seni analitis Carroll, pemahaman naratif, dan yang paling krusial, komitmennya terhadap intentionalism, peneliti menunjukkan bahwa citra DALL-E tidak memiliki kontinuitas sejarah dan agensi komunikatif yang disengaja yang diperlukan untuk sebuah makna artistik. Lebih lanjut, peneliti menyimpulkan bahwa Moderate Actual Intentionalism (MAI) tetap dapat dipertahankan secara substansial—bukan sebagai teori yang tanpa cela, melainkan sebagai kerangka kerja yang paling jujur secara filosofis dan akurat secara empiris untuk memahami makna dalam seni dan sastra. Oleh karena itu, MAI merupakan lensa yang paling efektif untuk mengenali kekosongan ontologis yang berada di pusat citra hasil buatan AI.

As generative AI systems like DALL-E produce increasingly sophisticated imagery, they challenge traditional boundaries of artistic categorization. This thesis applies Noël Carroll's analytical philosophy of art to the emerging phenomenon of AI-generated imagery produced by systems such as DALL-E.

This research then raises three critical questions: How does DALL-E's mechanistic image formation process align with fundamental theories of analytical art philosophy? When tested using historical narrative methods, what is the ontological status of AI imagery, and can it demonstrate the necessary evolutionary links to previous artistic traditions? Finally, to what extent does human involvement via textual prompting actually qualify as artistic expression within Carroll's intentionalist framework?

Relying on Carroll's analytical art theory, narrative understanding, and crucially, his commitment to intentionalism, I demonstrate that DALL-E's imagery lacks the historical continuity and deliberate communicative agency required for artistic meaning. Furthermore, I conclude that Moderate Actual Intentionalism (MAI) remains substantially defensible—not as a flawless theory, but as the most philosophically honest and empirically accurate framework for understanding meaning in art and literature, and thus the most effective lens for recognizing the ontological void at the heart of AI-generated images.


Kata Kunci : Noël Carroll, DALL-E, filsafat seni analitik, Moderate Actual Intentionalism (MAI)

  1. S1-2026-441633-abstract.pdf  
  2. S1-2026-441633-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-441633-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-441633-title.pdf