Perancangan Tebal Perkerasan Kaku Menggunakan Metode MDPJ 2024 dan AASHTO 1993 serta Evaluasi Respons Struktural dengan Program KENSLABS
Luciana Devi Hariani Tarigan, Ir. M. Rizka Fahmi Amrozi, S.T., M.Sc., Ph. D.
2026 | Skripsi | TEKNIK SIPIL
Pembangunan Ruas Jalan Lingkar Selatan (JLS)
Bojonegoro direncanakan sebagai jalan alternatif yang berfungsi mengalihkan
arus kendaraan berat dari pusat kota guna mengurangi kepadatan lalu lintas pada
jaringan jalan perkotaan. Kondisi tersebut menuntut tersedianya struktur
perkerasan yang mampu menahan beban lalu lintas kendaraan niaga secara memadai
selama periode umur rencana. Penelitian ini bertujuan untuk merancang tebal
perkerasan kaku pada Ruas Jalan Lingkar Selatan Bojonegoro menggunakan metode
Manual Desain Perkerasan Jalan (MDPJ) 2024 dan AASHTO 1993, serta mengevaluasi
respons struktural hasil desain menggunakan program KENSLABS.
Penelitian ini memanfaatkan
data sekunder yang meliputi nilai CBR tanah dasar, data lalu lintas harian
rata-rata (LHR), dan data curah hujan wilayah sekitar proyek. Umur rencana
perkerasan ditetapkan selama 40 tahun. Perancangan dilakukan dengan
mempertimbangkan karakteristik pembebanan lalu lintas, dimana metode MDPJ 2024 mempertimbangkan
parameter Jumlah Sumbu Kendaraan Niaga (JSKN), sedangkan metode AASHTO 1993 mempertimbangkan
parameter Equivalent Single Axle Load (ESAL). Hasil perancangan kemudian
dianalisis menggunakan program KENSLABS untuk mengevaluasi respons struktural
perkerasan terhadap potensi kerusakan fatigue dan erosi pada kondisi
pembebanan edge loading dan corner loading.
Hasil perancangan
menunjukkan bahwa metode MDPJ 2024 menghasilkan tebal pelat beton sebesar 320
mm, sedangkan perancangan dengan metode AASHTO 1993 memperoleh tebal pelat
beton sebesar 370 mm. Berdasarkan perancangan tersebut, Hasil analisis KENSLABS
menunjukkan bahwa kedua metode memenuhi kriteria kinerja terhadap kerusakan fatigue
dan erosi, dengan perbedaan respons struktural yang relatif kecil. Meskipun
menggunakan pelat beton yang lebih tipis, metode MDPJ 2024 mampu menghasilkan
kinerja struktural yang sebanding dengan metode AASHTO 1993, sehingga dinilai
lebih optimal untuk diterapkan pada Ruas Jalan Lingkar Selatan Bojonegoro.
The
Bojonegoro South Ring Road (Jalan Lingkar Selatan/JLS) is planned as an
alternative corridor to redirect heavy vehicle traffic away from the city
center, thereby reducing congestion within the urban road network. Such
conditions require a pavement structure capable of adequately accommodating
commercial vehicle loads throughout its intended service period. Accordingly,
this research was undertaken to develop a rigid pavement design for the
Bojonegoro South Ring Road using the Manual Desain Perkerasan Jalan (MDPJ) 2024
and AASHTO 1993 methods and to examine the structural responses of the designed
pavements through KENSLABS analysis.
The
study employed secondary data consisting of subgrade CBR values, average daily
traffic (ADT), and rainfall records from the project area. A 40-year design
life was adopted for the pavement structure. The design procedure incorporated
traffic loading characteristics, where MDPJ 2024 uses the Number of Commercial
Vehicle Axles (JSKN) as the traffic parameter, while AASHTO 1993 is based on
the Equivalent Single Axle Load (ESAL) concept. The designed pavement sections
were then evaluated using KENSLABS to investigate their structural responses
and potential susceptibility to fatigue and erosion under edge-loading and
corner-loading conditions.
The
analysis produced a required concrete slab thickness of 320 mm for the MDPJ
2024 design and 370 mm for the AASHTO 1993 design. Results from the KENSLABS
simulations revealed that both pavement structures fulfilled the performance
requirements for fatigue and erosion, exhibiting only slight differences in
structural response. Although the MDPJ 2024 design utilizes a thinner concrete
slab, its structural performance remains comparable to that of the AASHTO 1993
design. Consequently, the MDPJ 2024 approach is considered a more efficient and
appropriate alternative for the rigid pavement design of the Bojonegoro South
Ring Road.
Kata Kunci : Perkerasan kaku, Jalan Lingkar Selatan Bojonegoro, MDPJ 2024, AASHTO 1993, KENSLABS