Erasure Dalam Wacana Berita Tambang Nikel Di Raja Ampat: Analisis Ekokritik
FAJRIANI FITRI, Dr. Merry Andriani, S.S., M.L.C.S.
2026 | Tesis | S2 Linguistik
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis erasure dalam pemberitaan tambang nikel di Raja Ampat pada media detik.com. Erasure mengungkap aspek lingkungan dan sosial yang dihapus atau diminimalkan dalam wacana serta menelaah ideologi yang melandasi media detik.com. Penelitian ini menggunakan pendekatan ekolinguistik dan Analisis Wacana Kritis dengan memanfaatkan teori erasure dari Stibbe dan SFL oleh Halliday. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data berupa tuturan tertulis dari 18 berita mengenai tambang nikel di Raja Ampat yang dipublikasikan oleh detik.com pada periode 3-9 Juni 2025. Data dikumpulkan melalui metode dokumentasi kemudian dianalisis melalui tahap identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi terhadap bentuk-bentuk erasure yang muncul dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik erasure direalisasikan melalui penggunaan verba aktif, verba pasif, nominalisasi, dan elipsis yang berfungsi menghapus atau meminimalkan pihak, peristiwa, maupun dampak tertentu. Ditemukan tiga strategi utama erasure, yaitu erasure aktor, erasure kerusakan alam, dan erasure sosial. Erasure aktor tampak melalui pengaburan pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas pertambangan, sedangkan erasure kerusakan alam dan erasure sosial meminggirkan dampak kerusakan serta masyarakat yang terdampak. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa praktik erasure berkontribusi pada pembentukan ideologi kapitalisme melalui penonjolan kepentingan pemerintah dan industri pertambangan serta pengurangan keterlibatan dampak lingkungan dan sosial dalam pemberitaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa erasure dapat berpengaruh pada audiens dan membentuk ideologi kapitalisme. Hal ini dikarenakan terdapat penonjolan aktor pemerintah dan penghilangan masyarakat sebagai korban akibat tambang. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian Analisis Wacana Kritis (AWK) dalam studi lingkungan, khususnya dengan menelaah ideologi dan representasi media terkait isu pertambangan nikel. Secara praktis, menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya terkait wacana media dan isu lingkungan, khususnya dalam konteks pertambangan nikel di Indonesia.
This study aims to analyze erasure in news coverage of nickel mining in Raja Ampat on the media detik.com. Erasure reveals environmental and social aspects that are erased or downplayed in the discourse and examines the ideology underlying media detik.com. This study employs an ecolinguistic approach and Critical Discourse Analysis utilizing Stibbe’s theory of erasure and SFL by Halliday. The method used is qualitative descriptive, with data consisting of written utterance from 18 news articles regarding nickel mining in Raja Ampat published by media detik.com during the period of June 3-9 2025. Data was collected through documentation and analyzed through the stages of identification, classification, and interpretation of the forms of erasure appearing in the text. The results indicate that erasure practices are realized through the use of active verbs, passive verbs, nominalization, and ellipsis, which serve to erase or minimize specific parties, events, or impacts. Three main erasure strategies were identified: actor erasure, environmental damage erasure, and social erasure. Actor erasure is evident through the obscuring of the parties responsible for mining activities, while environmental damage erasure and social erasure marginalize the impacts of damage and the affected communities. The research findings also indicate that the practice of erasure contributes to the formation of capitalisme ideology by highlighting the interests of the government and the mining industry while downplaying environmental and social impacts in news coverage. This study demonstrates that erasure can influence audiences and shape capitalisme ideology. This is because it highlights government actors while erasing communities as victims of mining. Theoretically, this study enriches the field of Critical Discourse Analysis (CDA) in environmental studies, particularly by examining ideology and media representations related to nickel mining issues. Practically, it serves as a reference for future research on media discourse and environmental issues, particularly in the context of nickel mining in Indonesia.
Kata Kunci : Erasure, Ekokritik, Isu tambang nikel, Media digital, Raja Ampat.