Hidup dalam Rutinitas: Budaya Komuter dan Pengalaman Kebosanan Penumpang KRL di Stasiun Manggarai
Anindya Laili Laksita, Wahyu Kuncoro, S.Ant., M.A.
2026 | Skripsi | ANTROPOLOGI BUDAYA
Penelitian ini mengkaji pengalaman komuter KRL dalam menjalani rutinitas perjalanan sehari-hari di Stasiun Manggarai. Aktivitas perjalanan yang dilakukan secara berulang dalam jangka waktu panjang berpotensi menimbulkan rasa bosan, tetapi sekaligus mendorong komuter untuk mengembangkan berbagai cara dalam menghadapi kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana komuter memaknai rutinitas perjalanan mereka serta mengidentifikasi taktik-taktik yang digunakan untuk mengatasi kebosanan selama proses commuting. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dan pendekatan etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan serta wawancara mendalam dengan pengguna KRL di Stasiun Manggarai.
Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif serta pendekatan etnografi, penelitian ini menunjukkan bahwa budaya komuter tidak terbentuk secara spontan, melainkan melalui rutinitas perjalanan yang dijalani secara berulang dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman kolektif yang muncul dari rutinitas tersebut melahirkan berbagai kebiasaan, pengetahuan bersama, serta aturan tidak tertulis yang dipahami dan dijalankan oleh para komuter. Di tengah keterbatasan ruang dan waktu yang mereka hadapi, komuter juga mengembangkan berbagai taktik untuk menavigasi perjalanan sekaligus mengatasi kebosanan yang muncul akibat pengulangan aktivitas, kepadatan stasiun, dan lamanya durasi perjalanan. Berbagai taktik tersebut kemudian menjadi bagian dari praktik keseharian yang tidak hanya membantu komuter menjalani mobilitas sehari-hari, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk budaya komuter di ruang perkotaan.
This study examines the experiences of KRL commuters in their daily travel routines at Manggarai Station. Travel activities carried out repeatedly over a long period of time have the potential to cause boredom, but at the same time encourage commuters to develop various ways of coping with these conditions. This study aims to understand how commuters interpret their travel routines and to identify the tactics they use to cope with boredom during the commuting process. The research was conducted using qualitative methods and an ethnographic approach. Data were collected through field observations and in-depth interviews with KRL users at Manggarai Station.
Using qualitative research methods and an ethnographic approach, this study demonstrates that commuter culture does not emerge spontaneously, but rather through the repetitive travel routines of daily life. The collective experiences arising from these routines give rise to various customs, shared knowledge, and unwritten rules that are understood and followed by commuters. Amid the spatial and temporal constraints they face, commuters also develop various tactics to navigate their journeys while coping with the boredom resulting from repetitive activities, crowded stations, and long travel times. These tactics subsequently become part of daily practices that not only help commuters manage their daily mobility but also contribute to shaping commuter culture in urban spaces.
Kata Kunci : Komuter, rutinitas, kebosanan