Dari Novel Heartbreak Motel Karya Ika Natassa ke Film Heartbreak Motel yang Disutradarai Angga Dwimas Sasongko: Kajian Ekranisasi
Sabrina Syifa Azimah, Prof. Dr. Pujiharto, M.Hum.
2026 | Skripsi | S1 SASTRA INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ekranisasi yang terjadi dari novel Heartbreak Motel karya Ika Natassa (2022) ke dalam film Heartbreak Motel yang disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko (2024). Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan komparatif. Ekranisasi menurut Pamusuk Eneste menjadi teori yang digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis perbedaan yang terjadi dari novel ke dalam film. Terjadi penciutan, penambahan, dan perubahan variasi dari bentuk novel ke bentuk film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan unsur tokoh, latar tempat dan peristiwa yang bervariasi. Total perubahan yang terjadi ada 51 penciutan, 30 penambahan, dan 30 perubahan variasi. Perubahan yang terjadi pada hasil ekranisasi dilakukan untuk kepentingan dalam sisi filmis, yaitu (1) mengurangi unsur yang kurang penting atau signifikan dalam keseluruhan cerita karena terdapat keterbatasan durasi film, (2) menambah unsur untuk melengkapi keberlangsungan cerita yang mengalami penambahan dan perubahan variasi dalam proses ekranisasi, (3) mengubah variasi unsur yang disesuaikan dengan kebutuhan film sesuai keinginan sutradara, (4) mengubah format penyampaian karya dari bentuk narasi ke dalam bentuk audiovisual. Hasil dari proses ekranisasi dapat menyebabkan kekecewaan atau kepuasan tersendiri bagi para penonton, bagi yang belum atau sudah membaca novel Heartbreak Motel.
This study aims to describe the ecranisation of Ika Natassa’s novel Heartbreak Motel (2022) into the film Heartbreak Motel directed by Angga Dwimas Sasongko (2024). This study employs a qualitative approach using descriptive and comparative methods. Pamusuk Eneste’s theory of ecranisation is used as the theoretical framework to analyse the differences between the novel and the film. The ecranisation process involves omissions, additions, and variations in the transformation from novel to film. The findings show differences in characters, settings, and events. In total, there are 51 omissions, 30 additions, and 30 variations identified in the film adaptation. These changes were made for cinematic purposes, namely: (1) reducing elements considered less significant to the narrative due to the film’s limited duration; (2) adding elements to maintain narrative coherence; (3) modifying story elements to suit the director’s cinematic vision; and (4) transforming the presentation of the work from narrative form into audiovisual form. The ecranisation of Heartbreak Motel demonstrates how narrative elements are transformed to accommodate the characteristics and demands of the film medium.
Kata Kunci : Ekranisasi, Pamusuk Eneste, Novel, Film, Heartbreak Motel