ANALISIS MAKROSKOPIK RUAS JALAN TERDAMPAK PENERAPAN KEBIJAKAN FULL PEDESTRIAN PADA KAWASAN MALIOBORO MENGGUNAKAN PTV VISUM
Rangga Arief Lintar Barata, Prof. Dr.Eng. Ir. M. Zudhy Irawan, S.T., M.T., IPM.
2026 | Skripsi | TEKNIK SIPIL
Analisis Makroskopik Ruas Jalan Terdampak Penerapan Kebijakan Full
Pedestrian pada Kawasan Malioboro Menggunakan PTV VISUM dilakukan karena adanya
kekhawatiran bahwa kebijakan penutupan total koridor Malioboro bagi kendaraan
bermotor akan menyebabkan pengalihan beban lalu lintas yang masif ke
jalan-jalan di sekitarnya. Hal ini berisiko memperburuk kualitas udara dan
memicu kemacetan di pusat kota Yogyakarta jika tidak didukung dengan manajemen
mitigasi lalu lintas yang tepat.
Tujuan penelitian ini adalah untuk memodelkan serta mengestimasi matriks
asal-tujuan perjalanan, menganalisis perbandingan kinerja jaringan jalan
sebelum dan setelah penerapan full pedestrian, dan memberikan skenario
rekomendasi kebijakan guna mengurangi dampak dari penerapan full pedestrian
pada Kawasan Malioboro dan sekitarnya. Metode penelitian menggunakan perangkat
lunak PTV VISUM dengan prosedur pemodelan makroskopik empat tahap (four-step
model). Teknik analisis data dilakukan melalui kalibrasi MAT menggunakan
algoritma TFlowFuzzy untuk memastikan model sesuai dengan data volume lalu
lintas aktual, serta menggunakan PKJI 2023 sebagai acuan standar dengan MKJI
1996 sebagai pelengkap aturan tersebut.
Matriks asal-tujuan dimodelkan dan diestimasikan menggunakan algoritma TFlowFuzzy
yang terdapat pada perangkat lunak PTV VISUM. Proses pemodelan dilakukan dengan
memberikan data kinerja lalu lintas terkini sebagai acuan algoritma dalam
melakukan koreksi dan estimasi pada prior matrix. Hasil simulasi
menunjukkan bahwa penerapan kebijakan full pedestrian pada tahun 2027
menyebabkan penurunan tingkat pelayanan jalan secara signifikan pada beberapa
ruas jalan alternatif, seperti Jalan Jlagran Lor, Jalan Pasar Kembang, Jalan
HOS Cokroaminoto, dan Jalan Pembela Tanah Air yang turun menjadi tingkat
pelayanan F. Maka dari itu, diberikan rekomendasi penerapan Sistem Satu Arah
(SSA) serta peningkatan kapasitas dengan pengelolaan hambatan samping. Sebagai
kesimpulan, penerapan skenario rekomendasi berupa SSA di Jalan HOS Cokroaminoto
dan Jalan Pembela Tanah Air, serta perbaikan kapasitas melalui pengelolaan
hambatan samping, terbukti mampu meningkatkan kinerja jaringan jalan secara
keseluruhan dengan rata-rata penurunan derajat kejenuhan sebesar 41,74% pada
ruas-ruas jalan krusial terdampak.
A Macroscopic
Analysis of Road Segments Affected by the Implementation of the Full Pedestrian
Policy in the Malioboro Area Using PTV Visum was conducted due to concerns that
the policy of completely closing the Malioboro corridor to motorized vehicles
would cause a massive diversion of traffic loads to surrounding roads. This
risks worsening air quality and triggering congestion in the city center of
Yogyakarta if it is not supported by proper traffic mitigation management.
The
purpose of this study is to model and estimate the trip Origin-Destination
(O-D) matrix, analyze the comparison of road network performance before and
after the implementation of the full pedestrian policy, and provide policy
recommendation scenarios to mitigate the impact of the full pedestrian
implementation in the Malioboro Area and its surroundings. The research method
utilizes PTV VISUM software with a four-step macroscopic modeling procedure.
Data analysis techniques were carried out through O-D Matrix calibration using
the TFlowFuzzy algorithm to ensure the model aligns with actual traffic volume
data, as well as using the PKJI 2023 as the standard reference, complemented by
the MKJI 1996 guidelines.
The
Origin-Destination matrix was modeled and estimated using the TFlowFuzzy
algorithm available in the PTV VISUM software. The modeling process was
conducted by inputting recent traffic performance data as a reference for the
algorithm to perform corrections and estimations on the prior matrix. The
simulation results indicate that the implementation of the full pedestrian
policy in 2027 causes a significant decrease in the Level of Service (LOS) on
several alternative road segments, such as Jlagran Lor Street, Pasar Kembang
Street, HOS Cokroaminoto Street, and Pembela Tanah Air Street, which drop to
LOS F. Therefore, recommendations are provided for the implementation of a
One-Way System (SSA) and capacity improvement through side friction management.
In conclusion, the implementation of the recommended scenarios in the form of a
One-Way System on HOS Cokroaminoto Street and Pembela Tanah Air Street, along
with capacity improvements through side friction management, is proven capable
of enhancing the overall road network performance with an average decrease in
the degree of saturation by 41.74% on critically affected road segments.
Kata Kunci : Full Pedestrian, PTV VISUM, TFlowFuzzy, Kinerja Jaringan Jalan, Pemodelan Transportasi Makro.