Melawan Stereotip Maskulinitas: Analisis Linguistik terhadap Tuturan Justin Baldoni dalam Membahas Kerentanan Laki-laki pada Media Podcast
Dwi Sekar Sari Kencana, Prof. Dr. Suhandano, M.A.
2026 | Tesis | S2 Linguistik
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Justin Baldoni menantang stereotip maskulinitas trandisonal melalui penggunaan bahasa dalam membahas kerentana laki-laki pada media podcast. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka linguistik fungsional sistemik (LFS), khususnya pada proses transitivitas, serta teori performativitas gender dan analisis wacana kritis yang difokuskan pada analisis praktik sosial-kultural untuk mengidentifikasi implikasi wacana yang dihasilkan. Data penelitian diperoleh dari tiga video podcast Justin Baldoni yang berfokus pada pembahasan maskulinitas alternatif, dengan teknik pengumpulan data berupa pengunduhan dan penyalinan transkrip dari masing-masing video. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis dengan ketiga teori yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 544 tuturan Justin Baldoni yang berkaitan dengan tema maskulinitas, kerentanan, trauma, dan proses penyembuhan. Temuan ini terbagi menjadi tiga poin utama. Pertama, Justin secara konsisten menggunakan bahasa empatik dengan dominasi proses mental untuk merepresentasikan laki-laki sebagai individu yang memiliki kesadaran emosional. Kedua, strategi diskursif tersebut berkontribusi dalam menormalisasi kerentanan laki-laki yang selama ini distigmatisasi dalam kerangka maskulinitas hegemonik. Ketiga, wacana yang dibangun juga memiliki implikasi yang lebih luas terhadap transformasi cara pandang masyarakat mengenai maskulinitas, terutama dalam mendorong keterbukaan, ekspresi emosi, serta peningkatan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental laki-laki.
This study aims to analyze how Justin Baldoni challenges traditional masculinity stereotypes through the use of language in discussing male vulnerability in podcast media. This research employs a qualitative approach using the framework of systemic functional linguistics (SFL), particularly the transitivity system, along with gender performativity theory and critical discourse analysis, with a focus on social-cultural practice analysis to identify the discursive implication produced. The data were obtained from three podcasts video featuring Justin Baldoni that focuses on alternative masculinity, with data collected through downloading and transcribing each video. The collected data were then analyzed using the three selected theoretical frameworks. The finding reveals that there are 544 utterances by Justin Baldoni related to themes of masculinity, vulnerability, trauma, and healing. These findings are categorized into three main points. First, Justin consistently employs empathetic language with a dominance of mental processes to represent men as individuals with emotional awareness. Second, this discursive strategy contributes to the normalization of male vulnerability, which has traditionally been stigmatized within hegemonic masculinity. Third, the constructed discourse also has broader implications for transforming societal perspectives on masculinity, particularly in encouraging openness, emotional expression, and increasing awareness of men’s mental health.
Kata Kunci : analisis wacana kritis, Justin Baldoni, performativitas maskulinitas, sistem transitivitas/critical discourse analysis, Justin Baldoni, masculinity performativity, transitivity system