Laporkan Masalah

Studi Komparatif Gagasan ??nyat? dalam Pemikiran N?g?rjuna dan Nishitani Keiji

Raja Muhammad Hayuri Islami, Dr. M. Rodinal Khair Khasri, S.Fil., M.Phil.; Dr. Agus Himmawan Utomo, S.S., M.Ag.

2026 | Skripsi | ILMU FILSAFAT

Penelitian ini membandingkan pemahaman dan fungsi gagasan ??nyat? dalam pemikiran N?g?rjuna, filsuf India abad ke-2 M dan pendiri mazhab M?dhyamaka, serta Nishitani Keiji, filsuf kontemporer Jepang dari tradisi filsafat Mazhab Kyoto. ??nyat? merupakan sebuah gagasan keagamaan sentral dalam tradisi Buddhisme Mah?y?na. Penelitian ini berangkat dari pemahaman bahwa gagasan ??nyat? dalam pemikiran Nishitani Keiji berbeda dari yang dipahami oleh N?g?rjuna, dan pemahaman Nishitani Keiji tersebut mengandung permasalahan yang sama dengan yang hendak diatasi oleh N?g?rjuna.

Perbandingan dalam penelitian ini dilakukan secara simetris sekaligus asimetris. Pertama, Penelitian ini menganalisis dengan menelusuri secara setara bagaimana ??nyat? dipahami dan difungsikan oleh N?g?rjuna dan Nishitani Keiji. Kedua, penelitian ini menganalisis dengan menempatkan pemahaman ??nyat? dari N?g?rjuna sebagai kerangka ortodoks untuk mengidentifikasi pada titik mana dan dalam hal apa pemahaman ??nyat? dalam pemikiran Nishitani Keiji mengandung perbedaan, serta apa yang menjadi latar belakang dari perbedaan tersebut. Literatur utama yang digunakan adalah M?lamadhyamakak?rik? karya N?g?rjuna, Religion and Nothingness karya Nishitani Keiji, dan berbagai literatur lain yang relevan.

Penelitian ini memahami bahwa ??nyat? dalam pemikiran N?g?rjuna dipahami sebagai kekosongan dari hakikat intrinsik dan difungsikan sebagai instrumen dekonstruksi terhadap segala pandangan reifikasionistik atas realitas. Sementara itu, ??nyat? dalam pemikiran Nishitani Keiji dipahami sebagai ketiadaan absolut yang berfungsi sebagai lokus atau medan dari eksistensi segala sesuatu. Perbandingan simetris menunjukkan bahwa keduanya sepakat menolak pembacaan nihilistik terhadap realitas dan sama-sama memahami ??nyat? sebagai suatu gagasan yang memiliki implikasi praktis maupun soteriologis. Namun, keduanya berbeda secara mendasar dalam hal pemahaman, fungsi, pendekatan, dan asumsi yang melatarbelakanginya. Perbedaan ini berakar pada perbedaan konteks intelektual dan afiliasi mazhab dari kedua tokoh. Perbandingan asimetris dengan menempatkan kerangka N?g?rjuna sebagai ortodoks menunjukkan bahwa pemahaman ??nyat? dalam pemikiran Nishitani Keiji berpotensi menyematkan hakikat intrinsik pada ??nyat? itu sendiri, suatu hal yang justru ditolak oleh N?g?rjuna.

This study compares the understanding and function of the idea of ??nyat? in the thought of N?g?rjuna, a second-century Indian philosopher and also the founder of the M?dhyamaka school, and Nishitani Keiji, a contemporary Japanese philosopher from the tradition of the Kyoto School of philosophy. ??nyat? is a central religious idea in the Mah?y?na Buddhist tradition. This study departs from the understanding that the idea of ??nyat? in Nishitani Keiji's thought differs from that understood by N?g?rjuna, and that Nishitani Keiji's understanding contains the same problem that N?g?rjuna sought to overcome.

The comparison in this study is conducted both symmetrically and asymmetrically. First, this study analyzes how ??nyat? is understood and employed by both N?g?rjuna and Nishitani Keiji through an even-handed examination. Second, this study analyzes by placing N?g?rjuna's understanding of ??nyat? as the orthodox framework to identify at what points and in what respects Nishitani Keiji's understanding of ??nyat? diverges, as well as what underlies those divergences. The primary literature used consists of N?g?rjuna's M?lamadhyamakak?rik?, Nishitani Keiji's Religion and Nothingness, and other relevant literature.

This study finds that ??nyat? in N?g?rjuna's thought is understood as emptiness of intrinsic nature and functions as an instrument of deconstruction against all reificationist views of reality. Meanwhile, ??nyat? in Nishitani Keiji's thought is understood as an absolute nothingness that functions as the locus or field of existence of all things. The symmetric comparison shows that both thinkers agree in rejecting a nihilistic reading of reality and share the understanding of ??nyat? as an idea that carries both practical and soteriological implications. However, they differ in terms of understanding, function, approach, and underlying assumptions. This difference is rooted in divergences in the intellectual context and school affiliation of the two thinkers. The asymmetric comparison, placing N?g?rjuna's framework as orthodox, shows that the understanding of ??nyat? in Nishitani Keiji's thought potentially attributes intrinsic nature to ??nyat? itself, a position that N?g?rjuna himself rejected.

Kata Kunci : S?nyat?, N?g?rjuna, Nishitani Keiji, Komparasi, Filsafat Buddhisme

  1. S1-2026-493335-abstract.pdf  
  2. S1-2026-493335-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-493335-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-493335-title.pdf