Laporkan Masalah

Analisis Kemampuan Fonologi pada Usia 5 Tahun dengan Keterlambatan Berbicara

Alda Amanatun Khoiriyah, Dr. Tatang Hariri, M.A., Ph.D

2026 | Tesis | S2 Linguistik

Keterlambatan berbicara (speech delay) merupakan salah satu gangguan perkembangan bahasa yang cukup banyak ditemukan pada anak usia dini di Indonesia. Fenomena ini memiliki posisi penting dalam kajian linguistik karena berimplikasi langsung terhadap perkembangan komunikasi, sosial, dan akademik anak. Salah satunya tampak melalui kesulitan anak dalam memproduksi bunyi kompleks yang seharusnya telah dikuasai pada usia lima tahun.

Penelitian ini bertujuan untuk melihat kemampuan fonologi anak usia lima tahun dengan keterlambatan berbicara, khususnya melalui inventarisasi fonem yang muncul dalam ujaran serta bentuk kesalahan dan strategi fonologis yang digunakan anak untuk mengatasi keterbatasan produksi bunyi. Analisis dalam penelitian ini dilakukan melalui pendekatan psikolinguistik dengan menitikberatkan pada aspek fonologi sebagai unit dasar pembentukan ujaran.

Hasil penelitian ini adalah anak dengan speech delay memperlihatkan profil fonologis yang khas, yakni vokal inti dan konsonan bilabial relatif konsisten, tetapi fonem kompleks seperti [r], [f], [š], [x], dan [h] masih mengalami hambatan. Hambatan tersebut muncul dalam bentuk substitusi bunyi, pelesapan konsonan akhir, serta distorsi artikulasi. Pola kesalahan yang berulang menunjukkan adanya strategi kompensasi, seperti penggantian bunyi kompleks dengan bunyi sederhana dan reduksi struktur fonologis, yang memungkinkan komunikasi tetap berlangsung meskipun kualitas fonologis terbatas. Penelitian ini juga mencerminkan bahwa keterlambatan fonologi bukan sekadar persoalan artikulasi, melainkan hasil interaksi multidimensional antara faktor biologis, kognitif, psikologis, dan lingkungan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan kajian psikolinguistik pada anak usia dini.


?


Speech delay is one of the most common language development disorders found among early childhood in Indonesia. This phenomenon holds an important position in linguistic studies because it directly affects children’s communication, social interaction, and academic achievement. One of its manifestations can be seen in the difficulty of producing complex sounds that should normally be mastered by the age of five.

This study aims to examine the phonological abilities of a five-year-old child with speech delay, specifically through the inventory of phonemes that appear in the child’s utterances as well as the types of errors and phonological strategies employed to overcome limitations in sound production. The analysis was conducted within a psycholinguistic framework, focusing on phonology as the fundamental unit of speech construction.

The findings reveal that the child with speech delay demonstrates a distinctive phonological profile: core vowels and bilabial consonants are produced relatively consistently, while complex phonemes such as [r], [f], [š], [x], and [h] remain problematic. These difficulties manifest in the form of substitutions, final consonant deletions, and articulatory distortions. The recurring error patterns highlight compensatory strategies, including replacing complex sounds with simpler ones and reducing phonological structures, which allow communication to continue despite limited phonological quality. This study also indicates that phonological delay is not merely an articulatory issue but rather the result of multidimensional interactions among biological, cognitive, psychological, and environmental factors. Accordingly, the research provides theoretical contributions to psycholinguistic studies for speech delay in early childhood.


Kata Kunci : fonologi anak, pemerolehan bahasa, psikolinguistik, keterlambatan bicara, strategi kompensasi

  1. S2-2026-546080-abstract.pdf  
  2. S2-2026-546080-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-546080-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-546080-title.pdf