EFISIENSI PEMASARAN BAWANG MERAH DI LAHAN PASIR KAPANEWON KRETEK KABUPATEN BANTUL
Muhammad Zidan Ramadhan, Prof. Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec
2026 | Skripsi | SOS.EK. PERTANIAN (AGROBISNIS)
Efisiensi pemasaran
diperlukan untuk mengetahui kompetensi pada pemasaran bawang merah di Lahan
Pasir Kapanewon Kretek, Kabupaten
Bantul. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi (1) saluran pemasaran bawang merah, (2) margin pemasaran, (3) farmer share, dan (4) efisiensi pemasaran bawang
merah di lahan pasir Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul. Lokasi dan
sampel penelitian ditentukan dengan metode purposive sampling dengan
melibatkan 40 petani
bawang merah di lahan pasir pantai Kapanewon Kretek pada musim tanam
Mei–Agustus 2023–2024. Sampel Lemba pemasaran digunakan metode snowball sampling dengan melibatkan 7
lembaga pemasaran bawang merah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode analisis
yang digunakan adalah analisis deskriptif analitik berupa analisis kuantitatif
dan analisis statistik. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan pendekatan saluran pemasaran,
margin pemasaran, farmer's share, dan efisiensi pemasaran dengan metode Modified
Marketing Efficiency (MME) Acharya-Agarwal, selanjutnya dilakukan analisis statistik menggunakan uji beda Kruskal-Wallis untuk mengetahui signifikansi
perbedaan antarsaluran. Hasil penelitian menunjukkan terbentuk empat saluran
pemasaran: (I) Petani–Konsumen Akhir, (II) Petani–Pengepul–Konsumen Luar Kota,
(III) Petani–Pengepul–Pedagang Besar–Pengecer–Konsumen Akhir, dan (IV)
Petani–Pengepul–Pengecer–Konsumen Akhir. Margin pemasaran tertinggi dimiliki
Saluran III sebesar Rp6.435/kg, sedangkan Saluran I tidak memiliki margin. Farmer's
share tertinggi terdapat pada Saluran I (100%) dan terendah pada Saluran
III (82,2). Berdasarkan nilai rasio MME, Saluran II memiliki
efisiensi pemasaran tertinggi (11,47), diikuti Saluran IV (8,16) dan Saluran
III (3,21). Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan tidak terdapat
perbedaan signifikan pada margin pemasaran (sig. 0,368) maupun efisiensi
pemasaran (sig. 0,156) antarsaluran pemasaran. Saran bagi petani adalah memilih
Saluran II sebagai saluran pemasaran yang paling efisien, serta bagi pemerintah
untuk memfasilitasi sistem penjualan kolektif guna mengurangi ketergantungan
petani pada lembaga pemasaran.
This study aims to identify shallot marketing
channels, analyze marketing costs, marketing margins, farmer's share, and
marketing efficiency of shallots grown on sandy coastal land in Kretek
Sub-district, Bantul Regency. Kretek Sub-district is the largest
shallot-producing area in Bantul Regency, with production reaching 108,658
quintals. The primary issue driving this research is the considerable price
disparity between the producer and consumer levels, which is closely related to
the length of the marketing channels involved. This study employed a
descriptive-analytical method with purposive sampling of 40 shallot farmers in
the coastal sandy land of Kretek Sub-district during the May–August 2023–2024
planting season. Analysis was conducted using marketing channel identification,
marketing margin, farmer's share, and the Modified Marketing Efficiency (MME)
method by Acharya-Agarwal, supplemented by the Kruskal-Wallis test to assess significant
differences across marketing channels. The results identified four marketing channels: (I)
Farmer–Final Consumer, (II) Farmer–Collector–Out-of-Region Consumer, (III)
Farmer–Collector–Wholesaler–Retailer–Final Consumer, and (IV)
Farmer–Collector–Retailer–Final Consumer. The highest total marketing margin
was found in Channel III at Rp6,435/kg, while Channel I had no margin. Farmer's
share was highest in Channel I (100%) and lowest in Channel III (82.2%);
however, all channels recorded values ? 40%, indicating efficiency under this
measure. Based on the MME ratio, Channel II demonstrated the highest marketing
efficiency (11.47), followed by Channel IV (8.16) and Channel III (3.21). The
Kruskal-Wallis test revealed no statistically significant differences in marketing
margins (sig. 0.368) or marketing efficiency (sig. 0.156) across channels. It
is recommended that farmers choose Channel II as the most efficient marketing
channel, and that the government facilitate collective selling systems to
reduce farmers' dependence on marketing intermediaries.
Kata Kunci : Keywords: marketing channels, marketing costs, marketing margins, farmer's share, marketing efficiency, shallots, sand land.