Laporkan Masalah

Estetika Serat Sopana Laya Karya Ranggawarsita

Teguh Tri Wahyudi, Prof. Dr. Faruk, S.U.

2026 | Disertasi | S3 Ilmu-ilmu Humaniora

Penelitian ini mengkaji pengetahuan yang termuat dalam karya sastra berbahasa dan beraksara Jawa yang diwariskan oleh Ranggawarsita dalam bentuk rangkaian tembang macapat yang terwujud dalam Serat Sopana Laya. Teks ini merupakan salah satu karya yang merupakan refleksi dan kontemplasi dengan muatan eskatologi yang bersifat esoterik. Tantangan terberat bagi generasi sekarang adalah kemampuan untuk membaca teks beraksara Jawa dan memahami makna yang termuat dalam balutan keindahan bahasa Jawa sebagai pemuatnya. Kesalahan pembacaan dan pemenggalan berdampak pada kesalahan pemaknaan. Oleh karena itu, penyajian suntingan dengan format huruf latin sesuai dengan kaidah yang berlaku dan juga terjemahannya dalam bahasa Indonesia diharapkan bisa dijadikan jembatan dalam penguasaan pengetahuan.

Penelitian ini merupakan penelitian yang mengkolaborasikan studi pustaka, wawancara dan pelibatan partisipan. Penerapan estetika dhvani sebagai salah satu cara pembedahan muatan pengetahuan dalam teks SSL yang secara spesifik difokuskan pada tiga pembahasan yaitu: sabda, artha dan rasa. Sabda dipahami sebagai kata yang terbentuk dan hadir bersama dengan arti harfiahnya yang hanya berfungsi sebagai jubah. Artha dipahami sebagai makna sebagai bentuk makna yang tidak diungkapkan atau yang disarankan merupakan dhvani yang menjadi inti dari puisi. Rasa dipahami sebagai jiwa dalam puisi. 

Temuan dalam penelitian ini adalah jawaban atas rumusan masalah dan tujuan penelitian. Pertama, Sabda Sopana Laya ini merupakan satu kesatuan, namun diwujudkan dalam bentuk kata, frasa, klausa atau komposisi bait puisi yang tersebar dalam keseluruhan teks. Jika didasarkan pada pernyataan bahwa pada hakikatnya macapat adalah getaran, maka ada empat jenis getaran yaitu: 1) getaran sabda cipta yang meliputi: meliputi: Icip Pati, Pamoring Kawula Gusti, Laku Kasampurnan, Aja Sasar dan Anteping Tekad; 2) getaran sabda rasa yang meliputi: nlangsa, tresna dan jati; 3) getaran sabda angan-angan yang meliputi: angan-angan pribadi dan anak cucu, dan; 4) getaran sabda budi. Kedua, Artha dalam teks SSL diwujudkan sebagai bagian dari formula penciptaan syair dalam bentuk macapat yang bersifat kompleks sesuai dengan sabda yang dihadirkannya.Pembahasannya didasarkan pada tiga jenis, meliputi: 1) vastudhvani meliputi: Informasi pencipta, waktu, alasan, tujuan, hasil penilaian dan pesan; 2) alamkara dhvani meliputi: kawruh ngelmu gaib, laku tapa, dan icip pati; dan rasa dhvani. Ketiga, rasa dalam teks SSL didasarkan pada hakikat macapat yang berada pada dimensi lisan, sehingga untuk pengeksplorasian dimensi rasa juga ditempuh dengan model pelisanan dan pelibatan partisipan. Proses pengujian ekplorasi rasa yang bersifat abstrak ditempuh dengan dua tahapan yaitu: bhava rasa dengan pelibatan empat partisipan dan manifestasi rasa dalam tiga bentuk yaitu: nlangsa, tresna  dan jati. 


This study examines the knowledge contained in Javanese literary works and scripts inherited by Ranggawarsita in the form of a series of macapat songs manifested in Serat Sopana Laya. This text is one of the works that is a reflection and contemplation with eschatological content that is esoteric. The biggest challenge for the current generation is the ability to read Javanese script texts and understand the meaning contained in the beauty of the Javanese language as its carrier. Misreading and beheading have an impact on misinterpretation. Therefore, the presentation of edits in Latin letter format in accordance with applicable rules and also its translation into Indonesian is expected to be a bridge in mastering knowledge. 

This research is a research that collaborates literature studies, interviews and participant involvement. The application of dhvani aesthetics as one way of dissecting the content of knowledge in the SSL text which is specifically focused on three discussions, namely: sabda, artha and rasa. Sabda is understood as a word that is formed and present together with its literal meaning which only functions as a robe. Artha is understood as meaning as a form of meaning that is not expressed or suggested is dhvani which is the core of poetry. Rasa is understood as the soul in poetry.

The findings in this study are the answers to the formulation of the problem and the objectives of the study. First, Sabda Sopana Laya is a unity, but is manifested in the form of words, phrases, clauses or compositions of poetic verses that are spread throughout the text. If based on the statement that in essence macapat is vibration, then there are four types of vibrations, namely: 1) vibrations of the sabda cipta which include: Icip Pati, Pamoring Kawula Gusti, Laku Kasampurnan, Aja Sasar and Anteping Tekad; 2) vibrations of the sabda rasa which include: nlangsa, tresna and jati; 3) vibrations of the sabda angan-angan which include: personal and grandchildren's dreams, and; 4) vibrations of the sabda budi. Second, Artha in the SSL text is manifested as part of the formula for creating poetry in the form of macapat which is complex in nature according to the sabda it presents. The discussion is based on three types, including: 1) vastudhvani including: Creator information, time, reasons, goals, assessment results and messages; 2) alamkara dhvani includes: kawruh ngelmu gaib, laku asceticism, and icip pati; and rasa dhvani. Third, rasa in the SSL text is based on the essence of macapat which is in the oral dimension, so that the exploration of the rasa dimension is also carried out with a model of oralization and participant involvement. The process of testing the abstract rasa exploration is carried out in two stages, namely: bhava rasa with the involvement of four participants and the manifestation of rasa in three forms, namely: nlangsa, tresna and jati.


Kata Kunci : Ranggawarsita, Macapat, Dhvani, Kematian, Sopana Laya

  1. S3-2026-484139-abstract.pdf  
  2. S3-2026-484139-bibliography.pdf  
  3. S3-2026-484139-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2026-484139-title.pdf