Laporkan Masalah

Konstruksi Identitas Digital Maudy Ayunda yang Tecermin melalui Alih Kode Bahasa Indonesia–Inggris dalam Siniar YouTube

Ikram Yusran, Dr. Sulistyowati, S.S., M.Hum.

2026 | Tesis | S2 Linguistik

Alih kode antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam wacana digital publik kerap menimbulkan penilaian yang beragam terhadap penuturnya. Fenomena ini kini semakin marak seiring meluasnya penggunaan platform digital seperti YouTube sebagai ruang komunikasi publik. Untuk mendalami hal tersebut, penelitian ini mengkaji konstruksi identitas digital Maudy Ayunda yang tecermin melalui alih kode bahasa Indonesia–Inggris dalam siniar YouTube. Dengan menggunakan desain kualitatif deskriptif, penelitian ini membahas: 1) jenis-jenis alih kode bahasa Indonesia–bahasa Inggris yang digunakan Maudy Ayunda, 2) fungsi-fungsi sosial alih kode tersebut, dan 3) identitas digital yang dikonstruksi melalui praktik alih kode. Data dikumpulkan melalui teknik transkripsi dan dokumentasi tuturan lisan dari keseluruhan enam episode siniar Spotlight S2 – Navigating Your 20s yang diunggah pada kanal YouTube resmi Maudy Ayunda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 71 peristiwa alih kode bahasa Indonesia–bahasa Inggris yang teridentifikasi dalam tuturan Maudy Ayunda. Jenis-jenis alih kode diklasifikasikan berdasarkan tipologi Poplack (1980), dengan temuan bahwa alih kode intra-sentensial merupakan jenis yang paling dominan (36 peristiwa), diikuti oleh alih kode inter-sentensial (30 peristiwa), dan tag switching (5 peristiwa). Lebih lanjut, fungsi sosial alih kode dikaji menggunakan model Appel & Muysken (2005), yang mengungkapkan bahwa alih kode memenuhi fungsi referensial sebagai yang paling dominan (33,8%), diikuti oleh fungsi ekspresif (31,0%), fatik (22,5%), direktif (9,9%), metalinguistik (1,4%), dan puitis (1,4%). Mengenai identitas, penelitian ini menggunakan kerangka identitas berbasis praktik kebahasaan dari Bucholtz & Hall (2010) yang mencakup lima prinsip: emergence, positionality, indexicality, relationality, dan partialness. Hasilnya, Maudy Ayunda mengonstruksi identitas digitalnya yang kompleks melalui alih kode, yang meliputi identitas komunitas bahasa, latar belakang pendidikan internasional, kebangsaan, dan afiliasi generasional. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peralihan ke bahasa Inggris yang dilakukan Maudy Ayunda merupakan pilihan yang disengaja dan strategis guna membangun identitas publik yang sekaligus bersifat lokal dan kosmopolitan di hadapan audiens digital.

Code-switching between Indonesian and English in public digital discourse frequently elicits varied assessments of speakers, particularly as platforms such as YouTube become increasingly prominent spaces for public communication. To examine this phenomenon, this study investigates the construction of Maudy Ayunda's digital identity as reflected through Indonesian–English code-switching in the YouTube podcast. Employing a descriptive qualitative design, the study addresses three research questions: 1) the types of Indonesian-English code-switching employed by Maudy Ayunda, 2) the social functions served by such code-switching, and 3) the digital identities constructed through this code-switching practice. Data were gathered through transcription and documentation of spoken discourse from all six episodes of Spotlight S2 – Navigating Your 20s uploaded to Maudy Ayunda”s official YouTube channel. The findings reveal 71 identifiable code-switching events in Maudy Ayunda”s speech. Drawing on Poplack”s (1980) typological framework, the analysis shows that intra-sentential code-switching is the most prevalent type (36 instances), followed by inter-sentential code-switching (30 instances), and tag switching (5 instances). The predominance of intra-sentential switching affirms Maudy Ayunda”s status as a highly proficient bilingual speaker. Regarding social functions, analysis based on Appel and Muysken”s (2005) model reveals that the referential function is the most dominant (33.8%), followed by the expressive (31.0%), phatic (22.5%), directive (9.9%), metalinguistic (1.4%), and poetic (1.4%) functions. With respect to identity, the study adopts Bucholtz and Hall”s (2010) framework of identity as social and interactional practice, organized around five principles: emergence, positionality, indexicality, relationality, and partialness. The analysis reveals that Maudy Ayunda constructs a multifaceted digital identity through code-switching, encompassing her linguistic community, international educational background, nationality, and generational affiliation. The findings further demonstrate that Maudy Ayunda”s code-switching into English constitutes a deliberate and strategic choice to cultivate a public identity that is simultaneously locally grounded and globally oriented in relation to her digital audience.

Kata Kunci : alih kode, fungsi alih kode, identitas digital, konstruksi identitas, Maudy Ayunda, siniar YouTube

  1. S2-2026-538075-abstract.pdf  
  2. S2-2026-538075-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-538075-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-538075-title.pdf