Laporkan Masalah

Analisis Niat Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Sebagai Sistem Pembayaran Digital Ditinjau Dari Gaya Hidup Cashless, Self Control, Dan FIinancial Literacy

Kezia Venina Sulistya Putri, Paramita Her Astuti, S.E., M.Sc.

2026 | Tugas Akhir | D4 PERBANKAN

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor–faktor yang membentuk niat penggunaan QRIS sebagai sistem pembayaran digital. Variabel yang digunakan meliputi gaya hidup cashless, self control, dan financial literacy. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang didukung dengan data wawancara. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara online dan wawancara offline. Sampel penelitian berjumlah 135 responden dengan menggunakan metode purposive sampling serta 9 responden wawancara. Data penelitian diolah menggunakan software IBM SPSS Statistics 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QRIS kerap digunakan sebagai metode pembayaran digital sehari-hari. Pengguna memiliki gaya hidup cashless, self control, dan financial literacy yang tergolong tinggi. Selain itu, hasil wawancara menunjukkan bahwa QRIS dianggap lebih praktis, cepat, dan efisien, meskipun masih terdapat beberapa faktor yang memengaruhi niat penggunaan diantaranya ketergantungan pada koneksi internet, biaya admin dari merchant, serta keterbatasan pelaku usaha dalam penerimaan pembayaran QRIS. Penelitian ini menunjukkan bahwa gaya hidup cashless menjadi faktor paling dominan dalam membentuk niat penggunaan QRIS pada Generasi Z usia 17–29 tahun di Daerah Istimewa Yogyakarta. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran dalam pengelolaan keuangan dan penggunaan pembayaran digital secara bijak guna mendukung kesejahteraan keuangan di masa mendatang.

This study aims to analyze the factors that shape the intention to use QRIS as a digital payment system. The variables used include a cashless lifestyle, self-control, and financial literacy. The study used a quantitative descriptive approach supported by data interviews. Data collection was carried out through online questionnaires and offline interviews. The research sample consisted of 135 respondents using a purposive sampling method and 9 interview respondents. The research data were processed using IBM SPSS Statistics 26 software. The results showed that QRIS is frequently used as a daily digital payment method. Users have a cashless lifestyle, self-control, and relatively high financial literacy. In addition, the interview results showed that QRIS is considered more practical, fast, and efficient, although several factors still influence the intention to use, including dependence on an internet connection, admin fees from merchants, and restrictions on business actors in accepting QRIS payments. This study shows that a cashless lifestyle is the most dominant factor in shaping the intention to use QRIS among Generation Z aged 17–29 years in the Special Region of Yogyakarta. Therefore, it is necessary to increase awareness in financial management and the wise use of digital payments to support future financial well-being.

Kata Kunci : QRIS, Generasi Z, Gaya Hidup Cashless, Self Control, Financial Literacy

  1. D4-2026-494571-abstract.pdf  
  2. D4-2026-494571-bibliography.pdf  
  3. D4-2026-494571-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2026-494571-title.pdf