Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Tingkat Stres pada Remaja Panti Asuhan Bina Putra, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Hilda Hapsari, Dr. Ibrahim Rahmat, S.Kp., S.Pd., M.Kes.; Prof. Intansari Nurjannah, S.Kp., M.NSc., Ph.D.
2026 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN
Latar Belakang: Remaja panti merupakan kelompok remaja yang rentan mengalami stres. Kecerdasan emosional menjadi suatu kemampuan yang diduga berperan membantu individu dalam menghadapi situasi yang menimbulkan stres. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bagaimana hubungan antara kecerdasan emosional dengan tingkat stres pada remaja panti.
Tujuan Penelitian: Mengetahui gambaran kecerdasan emosional dan tingkat stres, mengetahui aspek yang dominan berkontribusi terhadap kecerdasan emosional, serta mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dan tingkat stres pada remaja Panti Asuhan Bina Putra.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan rancangan cross-sectional yang melibatkan remaja Panti Asuhan Bina Putra dengan jumlah 121 orang. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner demografi, kuesioner kecerdasan emosional, dan Perceived Stress Scale (PSS). Analisis data penelitian ini dilakukan secara univariat dan juga bivariat dengan analisis bivariat yang digunakan Ordinal Logistic Regression (OLR) untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dan tingkat stres.
Hasil: Kecerdasan emosional remaja panti berada pada kategori sangat tinggi dengan rata-rata sebesar 80,52 dan aspek yang dominan berkontribusi terhadap kecerdasan emosional remaja panti adalah aspek memotivasi diri dengan nilai ratarata 74,1%. Tingkat stres remaja panti mayoritas berada pada kategori sedang sebanyak 81,8%. Hasil analisis hubungan didapatkan p-value = 0,017 sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan tingkat stres pada remaja Panti Asuhan Bina Putra.
Kesimpulan: Kecerdasan emosional remaja panti secara umum sangat tinggi dengan aspek yang dominan berkontribusi adalah aspek memotivasi diri, serta mayoritas remaja panti mengalami tingkat stres sedang. Antara kecerdasan emosional dan tingkat stres memiliki hubungan yang signifikan.
Background: Orphanage adolescents are a group of teenagers who are vulnerable to experiencing stress. Emotional intelligence is a skill that is suspected to help individuals in dealing with situations that cause stress. Therefore, it is important to understand the relationship between emotional intelligence and stress levels in orphanage adolescents.
Research Objective: To describe emotional intelligence and stress levels, to identify the aspects that dominantly contribute to emotional intelligence, and to understand the relationship between emotional intelligence and stress levels in adolescents at Bina Putra Orphanage.
Method: This study is a correlation study with a cross-sectional design involving 121 adolescents from the Bina Putra Orphanage. The instruments used in this study included a demographic questionnaire, an emotional intelligence questionnaire, and the Perceived Stress Scale (PSS). The data analysis of this research was conducted univariately and also bivariately, with bivariate analysis using Ordinal Logistic Regression (OLR) to determine the relationship between emotional intelligence and stress levels.
Results: The emotional intelligence of orphanage adolescents is in the very high category with an average of 80.52, and the aspect that dominantly contributes to the emotional intelligence of orphanage adolescents is the aspect of self-motivation with an average score of 74.1%. The stress level of most orphanage adolescents was in the moderate category at 81.8%. The results of the relationship analysis obtained a p-value = 0.017, indicating a significant relationship between emotional intelligence and stress levels in the adolescents of Bina Putra Orphanage.
Conclusion: The emotional intelligence of orphanage teenagers is generally very high, with the dominant contributing aspect being the aspect of self-motivation, and the majority of orphanage teenagers experience a moderate level of stress. There is a significant relationship between emotional intelligence and stress levels.
Kata Kunci : kecerdasan emosional, panti asuhan, remaja, tingkat stres