Laporkan Masalah

Representasi Ketidakadilan dalam Sistem Hukum Anak dalam Novel Samayou Yaiba Karya Keigo Higashino: Analisis Sosiologi Sastra Ian Watt

Deni Prasetyo, Wiastiningsih S.S., M.A., Ph.D.

2026 | Skripsi | SASTRA JEPANG

Penelitian ini membahas representasi ketidakadilan hukum terhadap pelaku kejahatan di bawah umur dalam novel Samayou Yaiba karya Keigo Higashino, melalu pendekatan sosiologi sastra Ian Watt. Novel ini terinspirasi dari peristiwa nyata kasus Junko Furuta pada tahun 1988. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis bagaimana novel Samayou Yaiba merepresentasikan isu sosial dan kritik terkait ketidakadilan hukum di Jepang, khususnya kejahatan yang dilakukan oleh anak di bawah umur. Analisis dilakukan dengan menggunakan tiga konsep sosiologi sastra Ian Watt, yaitu konteks sosial pengarang, sastra sebagai cermin masyarakat, dan fungsi sosial sastra. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan data penelitian didapat dari narasi dan kutipan yang ada di dalam novel

Hasil Penelitian menunjukkan bahwa novel ini mengangkat tema ketidakadilan hukum terkait kejahatan remaja melalu tema dan fakta cerita novel. Sistem hukum terkait anak di bawah umur di Jepang menekankan pada rehabilitasi sehingga menimbulkan dilema bagi masyarakat karena dianggap tidak sebanding dengan penderitaan korban dan keluarga korban. Melalui berbagai sudut pandang tokoh-tokohnya, novel Samayou Yaiba menyampaikan kritik sosial terhadap sistem hukum anak di bawah umur yang terkesan melindungi pelaku dan tidak memberikan keadilan bagi korban. Selain itu, pengubahan narasi cerita rengan kejadian kasus nyata yang menjadi sumber inspirasi menunjukkan pandangan Keigo Higashino dalam menyampaikan kegelisahan masyarakat terhadap kejahatan remaja pada masa 1990-an di mana kasus kejahatan remaja di Jepang meningkat serta berfungsi sebagai kritik terhadap sistem hukum terkait anak di bawah umur

This study examines the representation of legal injustice involving juvenile offenders in the novel Samayou Yaiba by Keigo Higashino using Ian Watt sociology of literature approach. The novel is inspired by real-life incidents, Junko Furuta case in 1988. The research aims to analyze how Samayou Yaiba represents social issues and conveys criticism regarding legal injustice in Japanese society, particularly crimes committed by juveniles. The analysis is based on three concepts of Ian Watt sociology of literature: the social context of the author, literature as society’s reflection and the social function of literature. The research uses a descriptive qualitative method and the data are obtained from narrative and quotations found in the novel.

The results show that the novel highlights the issue of legal injustice related to juvenile crime through its narrative, story facts and themes in the novel. The juvenile justice system in Japan emphasizes rehabilitation, which often creates a dilemma in society because it is perceived as disproportionate to the suffering experienced by victims and their family. Through multiple character perspectives, Samayou Yaiba presents social criticism toward the juvenile legal system that appears to prioritize the protection of offenders rather than provide justice for victims. Furthermore, the way the story is told differs from the Junko Furuta case, reflecting Keigo Higashino’s perspective on public anxiety surrounding the increase in juvenile crime in Japan during the 1990s. It also serves as a critique of the juvenile justice system.

Kata Kunci : Ketidakadilan hukum, kejahatan remaja, sosiologi sastra, novel Samayou Yaiba, kritik sosial

  1. S1-2026-503295-abstract.pdf  
  2. S1-2026-503295-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-503295-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-503295-title.pdf