Determinan perkembangan fisik kota di kecamatan Depok kabupaten Sleman D.I.Y
Yusi Nurmalasari, Drs. Irfan Yahya, M.S.
2003 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHBerkembangnya suatu kota dapat tercermin dengan semakin berkurangnya penggunaan lahan pertanian. Kota terus menerus memperluas batas dan merambah ruang-ruang terbuka karena ketersediaan lahan kosong di kota sudah tidak memungkinkan lagi untuk pembangunan baru. Pembangunan tersebut akan terjadi pada daerah - daerah pinggir kota. Kecamatan Depok sebagai pinggiran Kota Yogyakarta yang memungkinkan terjadinya peralihan fungsi-fungsi Kota Yogyakarta yang sudah tidak dapat dikembangkan di dalam kota, hal tersebut dapat menyebabkan Kecamatan Depok semakin berkembang dari waktu ke waktu. Selain itu, Kecamatan Depok mempunyai jumlah penduduk dan penggunaan lahan yang tinggi pula dibandingkan dengan kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kota Yogyakarta. Penelitian ini berjudul Determinan Perkembangan Fisik Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman DIY. Penelitian ini merupakan perbandingan dua rentang waktu yaitu tahun 1992 dan 2000 dengan asumsi dalam rentang waktu tersebut terjadi perubahan fisik dari penggunaan lahan pertanian menjadi non pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang menentukan perkembangan fisik Kota Depok, mengetahui arah kecenderungan perkembangan fisik yang terjadi serta mengetahui tentang luas perubahan lahan pertanian menjadi non pertanian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah interpretasi foto udara tahun 1992 dan 2000 untuk memperoleh informasi penggunaan lahan. Metode pendukung yang lain adalah observasi, survei, korelasi Spearman menggunakan SPSS, dan skoring. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi non pertanian yang terjadi selama kurun waktu 8 tahun antara tahun 1992 sampai 2000, yaitu luas lahan pertanian mengalami perubahan yang besar. Perubahan lahan pertanian tersebut ditentukan oleh faktor sebagai penentu perkembangan fisik Kecamatan Depok yaitu faktor aksesibilitas, tindakan. pengaturan (kebijakan), site, fasilitas pelayanan, pemilik lahan dan inisiatif pengembang (developers) serta jumlah penduduk. Faktor jumlah penduduk, jumlah fasilitas pelayanan, dan aksesibilitas tidak berkorelasi kuat dengan perubahan penggunaan lahan. Faktor site, bukan merupakan kendala bagi Kecamatan Depok karena kondisi fisik yang datar. Tindakan pengaturan (kebijakan) pembangunan kawasan telah sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang Kota Depok (RDTRK Depok) namun belum sadarnya masyarakat terhadap pentingnya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang merupakan kendala dalam peraturan daerah. Inisiatif pengembang, dengan menempatkan perumahan mengakibatkan lahan pertanian semakin berkurang terutama di sebelah utara ring road. Pemilik lahan cenderung menggunakan lahannya sebagai tempat tinggal termasuk pemondokan. Kecenderungan perubahan lahan yang banyak terjadi yaitu perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi permukiman terutama daerah sepanjang jalan utama masuk pusat Kota Yogyakarta yaitu pada Jalan Kaliurang dan Jalan Gejayan.
-
Kata Kunci : Perkembangan fisik kota,Depok,Sleman,DIY