Laporkan Masalah

Representasi Pola Asuh dan Pembentukan Pandangan Heteronormatif Anak di Jepang dalam Film Monster Karya Hirokazu Kore-eda

Ajengkanthi Prabaningjati, Dr. Yayan Suyana, S.S., M.A.

2026 | Skripsi | SASTRA JEPANG

Keluarga merupakan entitas yang memainkan peran paling mendasar dan penting dalam pembentukan kepribadian anak, pemahaman diri, serta cara mereka memandang dunia. Gaya pengasuhan merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi bagaimana anak merespons nilai-nilai sosial, serta turut memengaruhi pemahaman mereka terhadap norma heteroseksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana pola pengasuhan dalam film Monster memengaruhi persepsi anak terhadap norma heteroseksual dalam konteks budaya Jepang. Dalam penelitian ini, teori heteronormativitas dari Robinson serta teori gaya pengasuhan dari Diana Baumrind digunakan sebagai kerangka teoritis. Penelitian ini menganalisis gaya pengasuhan Saori, seorang ibu tunggal yang membesarkan tokoh utama Minato Mugino, serta Kiyotaka, seorang ayah tunggal yang membesarkan Yori Hoshikawa. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji bagaimana nilai-nilai heteronormatif direproduksi melalui hubungan keluarga dan sistem sekolah, dan dalam analisisnya digunakan dialog antar tokoh, penggambaran adegan, serta latar belakang budaya yang melingkupi cerita sebagai objek kajian.

Hasil analisis menunjukkan bahwa Saori Mugino menerapkan gaya pengasuhan otoritatif yang disertai kehangatan dan responsivitas, namun di baliknya juga terdapat indikasi pengaruh trauma. Sebaliknya, Kiyotaka Hoshikawa menunjukkan gaya pengasuhan yang lebih otoriter. Perbedaan gaya pengasuhan ini diindikasikan memberikan pengaruh yang berbeda terhadap masalah perilaku dan kerentanan psikologis Minato Mugino yang tumbuh bersama ibu tunggalnya serta Yori Hoshikawa yang tumbuh bersama ayah tunggalnya. Permasalahan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh gaya pengasuhan, tetapi juga oleh tekanan sosial, dan muncul dalam bentuk masalah internalisasi maupun eksternalisasi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat dipahami bahwa gaya pengasuhan memberikan pengaruh tertentu terhadap bagaimana anak merespons norma heteroseksual. Namun, pengaruh tersebut tidak bekerja sebagai faktor tunggal, dan respons anak tidak semata-mata ditentukan oleh satu jenis pola pengasuhan saja, melainkan terbentuk melalui interaksi dengan berbagai pengalaman sosial di sekitar anak, seperti hubungan pertemanan, relasi dengan guru, serta keterlibatan dengan sistem sosial yang lebih luas.

The family plays a fundamental and important role in shaping a child’s personality, self-understanding, and perception of the world. Parenting style is one of the main factors that influences how children respond to social values and also affects their understanding of heteronormativity. This study aims to examine how parenting practices in the film Monster influence children’s perceptions of heteronormativity within the context of Japanese culture. This study uses Robinson’s theory of heteronormativity and Diana Baumrind’s theory of parenting styles as its theoretical framework. This study analysis the parenting styles of Saori, a single mother raising the protagonist Minato Mugino, and Kiyotaka, a single father raising Yori Hoshikawa. In addition, it also examines how heteronormative values are reproduced through family relationships and the school system, and the analysis focuses on character dialogues, scene depictions, and the cultural background surrounding the story.

The results show that Saori Mugino demonstrates an authoritative parenting style characterized by warmth and responsiveness, while also showing the influence of trauma in the background. In contrast, Kiyotaka Hoshikawa exhibits a more authoritarian parenting style. These differences in parenting styles are suggested to have different effects on the behavioral problems and psychological vulnerabilities of Minato Mugino, who grows up with his single mother, and Yori Hoshikawa, who grows up with his single father. These problems are shaped not only by parenting styles but also by social pressure, appearing as internalizing and externalizing problems. Based on these results, it can be understood that parenting styles have a certain influence on how children respond to heteronormativity. However, this influence does not function as a single factor, and children’s responses are not determined solely by specific parenting styles, but are formed through interactions with various social experiences surrounding them, such as peer relationships, relationships with teachers, and engagement with broader social systems. 

Kata Kunci : heteronormativitas, pola asuh, permasalahan perilaku, internalisasi, eksternalisasi

  1. S1-2026-497281-abstract.pdf  
  2. S1-2026-497281-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-497281-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-497281-title.pdf