ANALISIS STRATEGI BISNIS MENGGUNAKAN KAPABILITAS DINAMIS UNTUK MENINGKATKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF PADA PT SIKMA
Annisa Aulia Putri, Ely Susanto, S.IP., M.B.A., Ph.D.
2026 | Tesis | S2 Manajemen
Perubahan lingkungan industri manufaktur yang semakin dinamis menuntut perusahaan memiliki kemampuan beradaptasi secara berkelanjutan untuk mempertahankan daya saing. PT Sinar Kharisma Mitra Agung (PT SIKMA) menghadapi dilema manajerial berupa kebutuhan untuk melakukan transformasi strategis di tengah kapabilitas organisasi yang belum terlembaga secara sistematis. Meskipun perusahaan telah menjalankan berbagai inisiatif adaptasi, sebagian besar masih bergantung pada individu sehingga belum mampu mendukung proses transformasi secara berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana PT SIKMA mengembangkan kapabilitas dinamis melalui proses sensing, seizing, dan reconfiguring dalam merespons dinamika industri manufaktur dan kebutuhan pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur serta analisis dokumen internal dan eksternal. Analisis data dilakukan menggunakan kerangka Dynamic Capabilities yang dikemukakan oleh Teece (2007). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT SIKMA telah mengembangkan kapabilitas dinamis melalui kemampuan mengidentifikasi perubahan pasar (sensing), memanfaatkan peluang melalui pengembangan layanan dan kolaborasi strategis (seizing), serta melakukan penyesuaian struktur, proses, dan sumber daya organisasi (reconfiguring). Namun, pengembangan kapabilitas tersebut belum sepenuhnya terinstitusionalisasi karena masih bergantung pada pengalaman individu, belum didukung mekanisme pembelajaran organisasi yang terstruktur, serta belum memiliki sistem pengelolaan pengetahuan yang memadai. Implikasi manajerial penelitian ini adalah perlunya PT SIKMA memperkuat institusionalisasi kapabilitas dinamis melalui pengembangan sistem manajemen pengetahuan, standardisasi proses pembelajaran organisasi, penguatan koordinasi lintas fungsi, serta penyusunan indikator evaluasi kapabilitas agar transformasi organisasi dapat berlangsung secara berkelanjutan dan mendukung keunggulan bersaing jangka panjang.
The increasingly dynamic manufacturing industry requires firms to continuously enhance their adaptability to sustain competitive advantage. PT Sinar Kharisma Mitra Agung (PT SIKMA) faces a managerial dilemma in the need to undertake strategic transformation while its organizational capabilities have not yet been systematically institutionalized. Although the company has implemented various adaptive initiatives, these efforts remain largely dependent on individual expertise and have not sufficiently supported sustainable organizational transformation. Therefore, this study aims to analyze how PT SIKMA develops dynamic capabilities through the processes of sensing, seizing, and reconfiguring in responding to changes in the manufacturing industry and evolving customer needs. This study employed a qualitative approach using a case study design. Data were collected through semi-structured interviews and analyses of internal and external documents. Data were analyzed using the Dynamic Capabilities framework proposed by Teece (2007). The findings indicate that PT SIKMA has developed dynamic capabilities by identifying market changes (sensing), capturing opportunities through service development and strategic collaboration (seizing), and reconfiguring organizational structures, processes, and resources (reconfiguring). However, these capabilities have not been fully institutionalized, as they remain heavily reliant on individual experience, are not yet supported by structured organizational learning mechanisms, and lack an adequate knowledge management system. The managerial implication of this study is that PT SIKMA should strengthen the institutionalization of its dynamic capabilities by developing a knowledge management system, standardizing organizational learning processes, enhancing cross-functional coordination, and establishing capability evaluation indicators. These initiatives are expected to support sustainable organizational transformation and strengthen the company's long-term competitive advantage.
Kata Kunci : kapabilitas dinamis, kapabilitas organisasi, penginderaan, pemanfaatan, penataan ulang.