Hubungan Pengembangan Karir, Komunikasi dan Ketersediaan Fasilitas Dengan Kinerja Perawat di Instalasi Rawat Inap di RSPAL dr. Ramelan Surabaya
Bangun Pramujo, Widyawati, S.Kp., M.Kes., Ph.D.; dr. Srimurni Rarasati, MPH
2026 | Tesis | MAGISTER KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN KESEHATAN
Latar
Belakang : Kinerja perawat merupakan
salah satu indikator penting dalam mutu pelayanan rumah sakit, khususnya pada
pelayanan rawat inap yang memiliki kompleksitas tinggi dan berlangsung selama
24 jam. RSPAL dr. Ramelan Surabaya sebagai rumah sakit rujukan militer memiliki
tuntutan pelayanan yang tinggi sehingga diperlukan dukungan lingkungan kerja
yang mampu menunjang kinerja perawat. Pengembangan karir, komunikasi,
ketersediaan fasilitas, dan job satisfaction menjadi bagian dari Quality
of Work Life yang berperan dalam mendukung pelaksanaan pelayanan
keperawatan.
Tujuan
: Menganalisis hubungan pengembangan
karir, komunikasi, ketersediaan fasilitas, dan job satisfaction dengan
kinerja perawat di instalasi rawat inap RSPAL dr. Ramelan Surabaya.
Metode
: Penelitian ini menggunakan desain
kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data
dilakukan menggunakan kuesioner terhadap perawat instalasi rawat inap RSPAL dr.
Ramelan Surabaya. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan
distribusi variabel penelitian dan bivariat menggunakan uji Chi-Square
untuk mengetahui hubungan antar variabel penelitian.
Hasil
dan pembahasan : Hasil penelitian
menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai pengembangan karir,
komunikasi, ketersediaan fasilitas, dan job satisfaction dalam kategori
baik. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara
pengembangan karir dengan kinerja perawat (p=0,000; OR=56,33), komunikasi
dengan kinerja perawat (p=0,000; OR=7,54), ketersediaan fasilitas dengan
kinerja perawat (p=0,001; OR=5,12), serta job satisfaction dengan
kinerja perawat (p=0,000; OR=70,80). Perawat yang memperoleh dukungan
lingkungan kerja yang baik cenderung memiliki kinerja yang lebih optimal dalam
memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien. Temuan ini mengindikasikan
bahwa komponen Quality of Work Life memiliki peran penting dalam
mendukung mutu pelayanan rumah sakit.
Kesimpulan : Pengembangan karir, komunikasi, ketersediaan fasilitas, dan job satisfaction memiliki hubungan dengan kinerja perawat di instalasi rawat inap RSPAL dr. Ramelan Surabaya. Penguatan sistem pengembangan SDM, komunikasi organisasi, penyediaan fasilitas kerja yang memadai, serta peningkatan kepuasan kerja perawat perlu dilakukan secara berkelanjutan guna mendukung peningkatan mutu pelayanan keperawatan.
Background: Nurse performance is one of the important indicators
in determining the quality of hospital services, particularly in inpatient care
settings characterized by high complexity and continuous 24-hour services.
RSPAL dr. Ramelan Surabaya, as a military referral hospital, faces high service
demands that require a supportive work environment to maintain optimal nursing
performance. Career development, communication, facility availability, and job
satisfaction are components of Quality of Work Life that may influence
the implementation of nursing care and nurses’ performance in delivering
healthcare services.
Objective: To analyze the relationship between career
development, communication, facility availability, and job satisfaction with
nurse performance in the inpatient wards of RSPAL dr. Ramelan Surabaya.
Methods: This study employed a quantitative design with a cross-sectional
approach. Data were collected using questionnaires distributed to nurses
working in the inpatient wards of RSPAL dr. Ramelan Surabaya. Data analysis
included univariate analysis to describe the distribution of research variables
and bivariate analysis using the Chi-Square test to determine the
relationships between variables.
Results
and Discussion: The results showed
that most respondents perceived career development, communication, facility
availability, and job satisfaction positively. Bivariate analysis demonstrated
significant relationships between career development and nurse performance (p=0.000;
OR=56.33), communication and nurse performance (p=0.000; OR=7.54), facility
availability and nurse performance (p=0.001; OR=5.12), as well as job
satisfaction and nurse performance (p=0.000; OR=70.80). Nurses who received
better organizational support and work environment conditions tended to
demonstrate better performance in providing nursing care services. These
findings indicate that components of Quality of Work Life play an
important role in improving hospital service quality.
Conclusion: Career development, communication, facility availability, and job satisfaction were associated with nurse performance in the inpatient wards of RSPAL dr. Ramelan Surabaya. Strengthening human resource development systems, improving organizational communication, providing adequate work facilities, and enhancing nurses’ job satisfaction are needed to improve the quality of nursing services sustainably.
Kata Kunci : komunikasi, ketersediaan fasilitas, kinerja perawat, job satisfaction, pengembangan karir, Quality of Work Life