Program Inovasi Layanan Informasi Ketenagakerjaan dan Akses Masyarakat: Studi Program Peladi Makarti Disnakertrans DIY
Regina Alfrida Wafumilena, Dr.Suripto, S.IP.,M.P.A
2026 | Tesis | S2 Administrasi Publik
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
praktik layanan informasi ketenagakerjaan melalui Program Inovasi Peladi
Makarti yang diinisiasi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Daerah
Istimewa Yogyakarta. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengkaji
bagaimana implementasi program tersebut berkontribusi terhadap akses masyarakat
sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat
implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
studi kasus yang dilakukan di empat desa, yaitu Desa Bangunjiwo, Desa Terong,
Desa Sambirejo, dan Desa Margosari. Pengumpulan data dilakukan melalui
wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program
Peladi Makarti terbukti memberikan kemudahan akses masyarakat terhadap layanan
informasi ketenagakerjaan. Namun, tingkat akses yang dihasilkan bervariasi
antar desa. Hal ini dipengaruhi oleh perbedaan metode penyediaan layanan,
intensitas sosialisasi, serta tingkat inisiatif petugas desa dalam
memfasilitasi layanan. Selain itu, ditemukan bahwa pendekatan program yang
masih bersifat top-down dan belum sepenuhnya berbasis kebutuhan
masyarakat menjadi faktor penghambat dalam optimalisasi pemanfaatan layanan.
Dari sisi kelembagaan, pelibatan aktor lokal yaitu aparatur desa berperan
penting sebagai mediator yang menjembatani hubungan antara masyarakat dan
pemerintah daerah.
Secara teoretis, penelitian ini menunjukkan
bahwa akses layanan publik tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan layanan,
tetapi juga dipengaruhi oleh peran aktor lokal sebagai mediator. Penelitian ini
menegaskan bahwa inovasi sektor publik tidak akan optimal apabila bersifat
parsial. Integrasi inovasi menjadi faktor kunci dalam meningkatkan akses
layanan publik secara berkelanjutan.
This study aims to analyze the
practice of employment information services through the Peladi Makarti
Innovation Program initiated by the Department of Manpower and Transmigration
of the Special Region of Yogyakarta. In addition, this study examines how the
implementation of the program contributes to improving public access to
employment information services and identifies the factors that support and
hinder its implementation. This research employs a qualitative approach using a
case study method conducted in four villages, namely Bangunjiwo, Terong,
Sambirejo, and Margosari Villages. Data were collected through in-depth
interviews, observations, and document analysis.
The findings reveal that the Peladi
Makarti Program has facilitated public access to employment information
services. However, the level of access achieved varies across villages. These
variations are influenced by differences in service delivery methods, the
intensity of program dissemination, and the level of initiative demonstrated by
village officers in facilitating service provision. Furthermore, the study
finds that the program’s predominantly top-down approach and its limited
alignment with community needs constitute significant barriers to optimizing
service utilization. From an institutional perspective, the involvement of
local actors, particularly village officials, plays a crucial role as
intermediaries bridging the relationship between the community and the local
government.
Theoretically, this study
demonstrates that access to public services is determined not only by service
availability but also by the role of local actors as mediators. The findings
suggest that public sector innovations are unlikely to achieve optimal outcomes
when implemented in isolation. Therefore, the integration of innovations
emerges as a key factor in enhancing sustainable access to public services.
Kata Kunci : Akses, Pelayanan Publik, Inovasi, Tata Kelola