Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Resistensi Individu terhadap Penggunaan Super Apps Perbankan BUMN di Indonesia
Azriel Asri Mulyadi, Sumiyana, Dr., M.Si., Ak., CA.
2026 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan
Transformasi digital perbankan BUMN di Indonesia
melalui peluncuran super apps dihadapkan pada tantangan resistensi
individu yang berisiko menggagalkan pencapaian IT business value.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris faktor-faktor yang
memengaruhi resistensi individu terhadap penggunaan super apps perbankan
BUMN dengan mengintegrasikan innovation resistance theory (IRT) sebagai
hambatan utama dan unified theory of acceptance and use of technology 2
(UTAUT2) sebagai faktor mitigasi. Penelitian kuantitatif ini menggunakan data
primer dari 414 responden yang merupakan nasabah perbankan BUMN (Mandiri, BRI,
BNI, dan BTN). Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis
menggunakan metode structural equation modeling - partial least squares
(SEM-PLS) dengan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian membuktikan bahwa
usage barrier, tradition barrier, dan image barrier
berpengaruh positif dan signifikan terhadap resistensi individu. Temuan ini
juga mengungkap anomali perilaku melalui digital literacy paradox, di
mana risk barrier justru berpengaruh negatif signifikan, serta fenomena psychological
reactance di mana tekanan social influence terbukti berpengaruh
positif signifikan terhadap penolakan nasabah. Sementara itu, value barrier,
facilitating conditions, dan hedonic motivation tidak terbukti
memengaruhi resistensi secara signifikan. Implikasi penelitian ini menyarankan
pihak perbankan untuk menyediakan desain UI/UX yang lebih ramah pengguna
(seperti fitur lite mode) dan mengubah strategi pemasaran koersif guna
menekan tingkat resistensi nasabah.
The digital transformation of state-owned (BUMN) banking in Indonesia through the launch of super apps faces the challenge of individual resistance, which risks thwarting the achievement of IT business value. This study aims to empirically examine the factors influencing individual resistance to the use of BUMN banking super apps by integrating the Innovation Resistance Theory (IRT) as primary barriers and the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT2) as mitigating factors. This quantitative research utilizes primary data from 414 respondents who are customers of BUMN banks (Mandiri, BRI, BNI, and BTN). Data were collected via online questionnaires and analyzed using the Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS) method with SmartPLS 4 software. The results prove that usage barrier, tradition barrier, and image barrier have a positive and significant effect on individual resistance. The findings also reveal behavioral anomalies through the digital literacy paradox, where risk barrier has a significant negative effect, and psychological reactance, where social influence has a significant positive effect on customer resistance. Meanwhile, value barrier, facilitating conditions, and hedonic motivation are not proven to significantly affect resistance. This study suggests that banks should prioritize user-friendly UI/UX designs—such as a 'lite mode'—and move away from coercive marketing strategies to mitigate customer resistance
Kata Kunci : Resistensi individu, super apps, innovation resistance theory (IRT), UTAUT2, perbankan BUMN